Rabu, 29 Juli 2020

HOW WE START? HOW IT ENDS ?


            Apakah sebagian dari kita masih penasaran bagaimana kita memulai dan membangun semua ini ?. Apakah dunia diciptakan sebagaimana kalam yang tertuang dalam kitab kejadian ataukah setiap mili dari kita ada karena sebuah ketidaksengajaan yang menakjubkan? Mari kita akui bersama-sama. WE DON’T KNOW IT.

            Pernahkah kalian membaca kitab yang diperuntukkan untuk orang lain tapi tidak untuk kalian ?, trust me, aku membaca beberapa, dan aku sedikit shock karna kita semua memiliki cerita yang hampir sama. Mari kita mulai dengan Bible yang memiliki beberapa kisah sangat familiar dengan saudaranya The Holy Qur’an. Kisah penciptaan Adam-Hawa, Adam-Eve, Nabi Nuh, Noah’s Ark, Nabi Ibrahim dan Geliat keluarga besarnya, Nabi Musa-Fir’aun(Ramses II), Moses-Pharaoh (Ramses II), Nabi Daud-Raja Jalut, David-Goliath, Nabi Sulaiman-King Solomon dan Isa atau Jesus. Apa yang dituliskan dalam ayat-ayat Bible dituliskan pula dalam ayat-ayat Alqur’an meskipun tidak identik, beberapa kisah berbeda versi,namun tokohnya tetaplah sama dan secara garis besar sama. So, how we starts then ? apakah ini semua bukan lagi keajaiban, melainkan sejarah panjang perjalanan berbagai keyakinan.

            Berapa umur agama Islam di Bumi ini ? bukankah kurang lebih 1400 tahun ?, berapa umur agama Katolik dan Saudaranya Kristen ? Bukankah kurang lebih 2000 tahun ? Berapa umur ajaran Yahudi ? bukankah Musa membawa keluar bangsa Yahudi dari tanah Mesir 1300 SM ? bukankah bangsa Yahudi telah menjadi budak selama 400 tahun disana ?

Dari sini kita masih bisa memahami bahwa Keluarga Nabi Ibrahim (Abraham), Sarah (Sara), Hajar (Hagar), Isma’il (Ismael/Yismael) dan Yakub (Jacob) merupakan keluarga besar dimana lahirnya agama-agama samawi di dunia. Mari kita tidak heran dengan kesamaan-kesamaan kisah yang kita pelajari di kitab kita masing-masing.

            Ketika mempelajari antropologi di bangku SMA, aku mempelajari bahwa agama-agama yang ada di dunia dibagi menjadi 2. Agama langit dan Agama Bumi. Agama Langit adalah agama dengan penuh keilahian, segala ajarannya merupakan firman Tuhan dari langit, dibawa para nabi nya, agama-agama  yang tergolong dalam kategori agama langit adalah, silahkan tebak.

Tentu saja ketiga bersaudara agama samawi, Islam, Kristen dan Yahudi. Lalu apa itu Agama Bumi ? Agama Bumi merupakan keyakinan yang diciptakan oleh manusia berdasarkan pengamatan mereka terhadap alam dan dinamika sosial disekitar mereka. Apa saja Agama yang termasuk dalam Agama Bumi ?

Banyak. Mari kita tulis agama bumi dengan pemeluk terbanyak. Hindhu, Zoroaster, Budha, dan Keyakinan-keyakinan di tiap-tiap daerah di Dunia.

            Bila dilihat konsep dari dua golongan agama diatas sungguhlah berbeda Agama Bumi dengan keesaan Tuhan dan sabda nabi-nabi sedangkan Agama Bumi dengan kisah kepahlawanan dan Dewa-Dewa mereka. Pernahkah kalian membaca Kisah Mahabharata ? For God Sake, setidaknya bacalah kisah itu sekali seumur hidupmu, itu adalah Karya Sastra tebaik, Sage terbaik dan kitab tuntunan hidup yang mudah kau mengerti meskipun penuh plot twist.

            Agama Hindu dipercaya ada sejak 3100-1300SM, ditandai dengan ditemukannya ukiran sapi di peradaban sungai Indus. Para penganut agama Hindu mempercayai reinkarnasi, dan di ajaran mereka Dewa Wishnu bereinkarnasi atau menitiskan dirinya dalam 10 wujud yang dikenal sebagai Awatara Wishnu, salah satunya adalah tokoh yang familiar bagi kita yang suka nonton ANTV  di siang hari atau nonton Mahabharata di malam hari, siapa lagi jika bukan Shri Krishna.

            Awatara pertama Dewa Wishnu bernama Matsya Awatara. Pada masa Satyayuga, lebih tepatnya pada masa pemerintahan Raja Satyabrata (Putra dari Dewa Matahari), raja menemukan seekor ikan kecil ketika ia hendak mencuci wajah, kemudian ia membawa pulang ikan tersebut dan memeliharanya. Awalnya ditempatkan di sebuah wadah air, namun ikan itu membesar seukuran wadah, lalu raja memindahkan ikan tersebut di kolam kerajaan, namun segera ikan tersebut segera memenuhi kolam. Lalu sang raja melepas ikan tersebut di lautan dan ikan tersebut makin membesar dan memiliki tanduk. Kemudian ikan itu berucap, ia adalah Matsya, titisan Dewa Wishnu, dan Raja Satyabrata diperintahkan untuk membuat bahtera yang sangat besar untuk menghadapi banjir besar.

            Raja kemudian melaksanakan perintah tersebut, setelah pekerjaannya rampung, ia memerintahkan pengikutnya dan memasukkan hewan dengan berpasang pasangan ke bahteranya. Banjir yang diberitakan pun tiba,  Matsya awatara memrintahkan naga Basuki untuk menjadi tali pengikat antara tanduknya  dan bahtera raja Satyabrata. Begitulah kemudian Matsya awatara menyelamatkan makhluk hidup dari bencana kepunahan. Sounds familiar isn’t it ?

            Its amaze me, and im just starts to thinking, are we have been in one line ? and what kinda things who made us takes various way.

Tapi semua itu hanyalah permulaan. Belajar sejarah membuatku sering ternganga terhadap banyak hal, terutama tentang bagaimana peradaban maju pertama di bumi lahir. SUMERIA.

Beberapa tahun belakangan Sumeria mengambil beberapa spotlights public karena orang-orang mulai meributkan film yang tidak bisa tayang, tidak akan pernah tayang atau bahkan tidak akan pernah menyelesaikan proses shooting dan produksinya, yakni 1Annunaki, mengisahkan tentang asal usul manusia berdasarkan legenda Annunaki masyarakat Sumeria. You don’t need to buy these script, kamu cukup beli Supernova jilid ke4, di bab dimana tokoh utama berdebat soal penciptaan umat manusia, disanalah cerita Annunaki dan ambisinya terhadap tambang mineral di bumi. Don’t be surprise.

Mari kita bahas sesuatu yang seharusnya lebih bisa mendapatkan sorotan. PUISI GILGAMESH.

Apa atau siapakah Gilgamesh ? Gilgamesh merupakan seorang raja dari Uruk di Sumeria. Ia merupakan tokoh dalam mitologi Mesopotamia Kuno. Ia diperkirakan berkuasa antara tahun 2800-2500SM. Legenda Gilgamesh dikisahkan dalam 5 puisi yang tak hilang oleh zaman. Gilgamesh kehilangan sahabatnya Enkidu, karena Enkidu terkena penyakit yang diturunkan oleh para dewa karena membunuh Banteng surgawi utusan Ishtar. (Tolong pembaca supernova gak usah senyam senyum sambil bilang I know it). Gilgamesh yang takut mati mendatangi Utnapisytim. Siapa itu Utnapisytim ? ialah satu-satunya orang yang selamat dari bencana air bah. Utnapisytim ditugaskan oleh Enki untuk meninggalkan segala harta benda duniawinya untuk membuat sebuah bahtera agar menghindarkan dia dan orang-orangnya dari banjir besar kelak. Ketika bahtera jadi, Utnapisytim membawa istri, keluarga, kerabatnya, para pandai dan tukang di desanya, anak-anak, hewan-hewan dan benih-benih tanaman. Air bah tersebut adalah yang kelak membinasakan semuruh makhluk yang tidak naik air bah.

Setelah semua ini, im just wondering, how come ? apakah keyakinan kita selama ini merupakan perjalanan panjang sebuah sejarah intelektual ?. atau siapkah kita dengan kenyataan-kenyataan penciptaan dan permulaan yang tak sanggup kita hadapi ? namun bertanya-tanya juga membuatku malu semenjak menonton film Mother. I tought that film is all about affection, family, struggle etc. but, big no. watching that film make me thinking, how much we asking we never get enough. We never get enough after we build a billion worship altars.

Mother menceritakan bagaimana Tuhan (Ayah) disibukkan menulis karena ia adalah pujangga, ia mencintai semua orang yang mengelu-elukan namanya dan Istrinya (Mother) yang dimana diibaratkan sebagai Bumi (Mother of Gaia) bingung dan tak memiliki daya dengan banyaknya orang dalam rumahnya, banyaknya kekacauan, bahkan ia dilecehkan dirumahnya sendiri, dihajar, diinjak-injak dan suaminya hanya memperhatikan suara-suara, tangan-tangan yang memujanya, tidak peduli wastafel rumahnya ambrol karna fansnya yang pecicilan bahkan ratusan orang yang mencuri dirumahnya, bahkan ia hanya berkata pada istrinya “Kita harus mencari cara memaafkan mereka” ketika bayi mereka yang baru lahir di bantai dan dimakan daging lalu diminum darahnya oleh fans-fansnya. Setelah segalanya diambil Mother hanya bilang bahwa suaminya hanya peduli pada suara-suara orang yang mempedulikannya tetapi bukan dia. Lalu ia membakar semuanya. Mengkiamatkan rumah yang ia benahi lantainya, ia cat dindingnya perlahan sendirian. Dan musnahlah segala kekacauan dalam rumah itu.

Di tengah sekarat istrinya yang terbakar, Pujangga itu dengan santai meminta jantung istrinya, lalu istri itu memberikannya, Pujangga itu meremas jantung istrinya dan mengeluarkan sebuah Kristal untuk “memulai” lagi.

After watching these movie, im just realize, how naïve iam. Tapi membuatku bertanya tanya juga. How supposed us faced this life, setelah berjuta-juta tahun menjadi hamba setia ayah, menjadi pecandu puisi-puisi ayah, menyebutnya setiap hari, memahaminya dalam setiap karyanya. Bagaimana kita bisa memahami seorang ibu ?