Sabtu, 03 Juli 2021

Ketakutan

 Aku takut kedalaman padahal aku bisa berenang.

Aku takut kedalaman, takut tenggelam, takut tak bisa mengambil nafas di permukaan, takut tercekik.

Kuingat lagi, aku pernah terpeleset dikolam renang dewasa semasa aku belum duduk di bangku TK. Aku tak ingat bagaimana, tapi aku ingat wajah marah semua orang.

Aku tak tahu, aku hanya terpeleset.

Aku tak pernah berenang jika kakiku tak bisa meraih lantai kolam dan mukaku tetap dipermukaan.

Kedua kalinya aku mencoba, aku berenang di kedalaman, bayangan dasar kolam yang jauh menusuk akal sehatku.

Aku panik.

Dan benar-benar tak bisa berpikir jernih.

Yang aku ingat wajah marah guru ku yang menyeramkan.

Aku masih ingat dengan jelas.


Aku takut gelap.

Kegelapan mengambil semua sisi warasku.

Karena gelap hanya mengambil indra pengelihatanku tetapi gelap menajamkan indraku yang lain.

Indra pengingat misalnya.

Gelap membuat memori yang tertidur di lobus temporal unjuk gigi.

Seperti memori pelecehan pertama yang aku dapatkan semasa masih di sekolah dasar.

Memori duduk dikamar sendirian sambil menangis dengan mulut meleleh diserang harpes.

Memori sembunyi di sela sofa dan tembok karena malu memperlihatkan muka dengan bibir penuh borok.

Memori gemetar berhadapan dengan exibish.

Memori dilecehkan dosen berulang kali.

Memori ditelanjangi paksa orang yang selalu ku kira cinta tiada lawan.

Memori menyakitkan ditarik dan disentuh paksa oleh orang yang kau kira teman.

Memori-memori menyakitkan interaksi tubuhku dengan hal hal yang tidak kuhendaki.

Belakangan, ini menjadi lebih menyakitkan.

Ketika lampu kamar dipadamkan, Wajahnya melintas dikepalaku, orang yang pernah kuhendaki cintanya, kukejar seperti orang gila, namun kemudian mengikatku seperti anjing, ingatan mencumbu dengan paksa yang dulu bahkan dapat kuterima lalu kulupa sepersekian detik, menyeruak paksa, hingga kini tak dapat kulupa.

Bagaimana bisa?

Benarkah waktu dapat membolak balikkan segalanya?

Atau memang ketakukan akan melahap segalanya menjadi miliknya. Lalu, apakah aku akan takut dengan semuanya ?

Aku.

Hanya tak dapat.

Aku tak bisa menjadi gila.

Tapi menanggung ini semua, adalah kegilaan lain yang sangat tidak masuk akal untuk terus dicerna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar