Sabtu, 24 April 2021

Dilarang mendebat cinta tak bersyarat

 Karna aku percaya bahwa manusia didesain untuk terluka, dan kebetulan sudah bosan sekali untuk terluka, aku mencoba untuk berhenti ber-ekspektasi. Namun berhenti ber-ekspektasi dan datang untuk menikmati adalah dua hal yang amat sangat berbeda. Menjatuhkan diri pada frekuensi yang hanya aku sendiri yang dapat menjangkau adalah tiket sekali jalan dan aku tidak berniat untuk pulang. Mengapa ? Karna semakin jauh aku bergerak, kamu semakin menarik untuk disimak. Karena kamu adalah realita yang datang pasca aku membuka mata dari harapan yang ketinggian. Kamu mendarat dengan aman dan presisi, bahkan tanpa kusadar telah punya ruang sendiri, mengorbit dan berpendar, makin sulit ku ikhlaskan.

Sejauh ini aku masih enggan menarik diri, meski hampir semua penjuru bersuara bahwa seperempat abad bukanlah angka yang ideal untuk duduk, berkhayal, menarik ulur, ditinggalkan, meninggalkan, patah hati, menyesali, menata hati kembali. Tapi didunia ini percayalah bahwa umur hanyalah sekedar angka. Jatuh cinta atau terluka itu tidak papa, karna arus dan naluri ketika menghadapinya tetaplah momen langka, tidak usah bertanya mengapa karna tentu saja, dari milyaran manusia berbagai bentuk dan rupa, muncullah peluang nol koma sepersekian persen yang kemudian membuat hatiku penuh dan bergejolak tibatiba. 

Mengamati kamu dan memyimpannya rapat rapat sambil terkadang dengan lirih mengucap namamu memohon agar semesta bergerak mengusahakan adalah momen terendah hati dalam hidupku, karena telah lama kutinggalkan budaya berharap pada ketidakpastian dan meyakini datangnya sebuah keajaiban. Di momen itulah, aku kembali membumi, menyadari aku tak punya kapabilitas tinggi, tak semua di dunia ini bisa terjadi meski aku berusaha sampai mati. Menariknya, aku tak merasa rendah diri meski telah memohon ribuan kali. 

Aku juga telah mengetahui bahwa harapan seringnya muncul dengan kecewa sebagai babak bonus, dan sekali lagi, khusus untuk kegiatan ini kukecualikan, sangatlah tidak masalah. Terluka adalah makanan sehari-hari manusia. Sejak kumulai aku telah bersiap dengan kekecewaan, aku juga tidak akan pelit air mata karena tentu saja bukankah memang begitu menjadi dewasa. 

Tidak semua orang yang kuhendaki bisa kutandai sebagai teritori, namun momen dimana kamu dan situasi yang membuat aku berdebar patut ku kenang. Dan momen dimana aku jatuh dan kecewa adalah tentu saja merupakan pelajaran. Aku masih tak berniat pulang, kuperpanjang tiketnya, agar aku bisa tetap di perjalanan ini hingga aku sendiri ingin berhenti. Mari tak usah diperdebatkan.

Jatuh cinta adalah prosesi menyenangkan. 


Life is short.

Love is rare.

(JADI YAA NGGAK PAPA)


Kamis, 22 April 2021

Narasi super panjang tentang manusia terkuat di bumi dan cara menjinakkan lobus frontal

 Whose the strongest person in the world ?

Meski punya ratusan ribu tentara yang siap pasang badan, balistik dan Katyusha Hitler bukanlah jawabannya. Hitler mendekap anak dan istrinya dalam kobaran api yang ia sulut sendiri di rubanah.

Makhluk hijau hasil dari paparan Gamma berlebihan yang dapat menelan molotov bulat bulat pun bukan jawabannya. Ia bahkan menolak untuk keluar dari persembunyiannya ketika Thanos mengacak acak dunia.

Dan mohon jangan coba-coba masukan Thor dalam list ini. Sampai sekarang pasti ia masih kesulitan menurunkan berat badan dan lepas dari kecanduan miras.

Lalu, siapakah orang terkuat di dunia ?

Dialah orang yang tak pernah takut sendirian. 

Ketakutan adalah monster yang akan memakan jiwamu perlahan, setelah memakannya ia tak begitu saja pergi. Ia akan kembali, memakan sisa sisa, atau jika kamu mulai utuh, ia memakan bagianmu yang mulai tumbuh. Dan sendirian adalah ruang kosong yang tak pernah hampa. Kamu ada disana, kamu dan dirimu. Berdua. Ditengah jungkir balik dunia. 

Aku menyadari, makin dewasa manusia cenderung kehilangan orang, makin bertambah usia, manusia makin mengerucut, menuju puncak piramida. Hanya tinggal seorang. Tidak ada tempat untuk bergantung, berharap, berbagi. Hanya ada aku, hanya ada diri sendiri, menyandarkan hidup pada sebuah alasan sesimpel "matahari pagi hangat sekali".Rasanya bahagia berlipat ganda ketika bisa menyeka keringat dan air mata sendiri. Rasanya bahagia ketika berhasil melewati hambatan sendiri, rasanya bahagia ketika telah menangis semalam kemudian merasa sangat cantik di pagi hari. Rasanya bangga dan hebat ketika terus menerus menemukan alasan untuk tidak menyerah. Sesungguhnya, amatlah salah jika seseorang mengasihani mereka yang sendirian, bisa melakukan apapun sendiri, karena justru orang yang perlu dikasihani adalah orang-orang yang tidak dapat melakukan apapun sendiri.

Menjadi sendirian juga menyadarkan esensi hidup sebagai manusia, yakni tidak semua ciptaan, baik yang tercipta maupun diciptakan dapat digenggam. Terkadang ia hanya ada untuk dipandang, diraih hanya lewat perasaan. 

Ada pula ciptaan, yang membuatmu enggan duluan untuk menggapai. Manusia dan keterbatasan adalah dua hal yang saling mengikat erat. Tidak ada manusia yang tanpa batas, bahkan garuda dan wasuki sudah mengaduk aduk lautan untuk mendapatkannya. Dan tak perlu dipungkiri keterbatasan lah yang membuatmu kembali, mencintai dirimu sebagai manusia yang apa adanya. Bila saja manusia diciptakan tanpa batas, bumi telah kiamat ratusan ribu tahun yang lalu. Dan aku maupun kamu tidak akan pernah menikmati hangatnya matahari dipagi hari ditengah tengah bulan Desember. Menjadi manusia terkuat berarti telah menyintasi ribuan kali kehilangan, kecewa, marah dan putus asa. Tak perlu takut, manusia dirancang untuk terluka, aku dan kamu tidak akan pernah hancur ataupun sia-sia, sehingga yang terburuk bukanlah manusia yang mengalami kegagalan namun yang terbaik selalu datang dari orang yang selalu mau berusaha. Sepanjang narasi heboh tentang kedigdayaan manusia yang sanggup sendirian ini rasanya aku ingin terus menjadi manusia terkuat di bumi sampai kapanpun. 

Tapi frasa "sampai kapanpun" atau "selamanya" memiliki arti yang berbeda bagi manusia dewasa. Selamanya tidak pernah berarti selamanya. 

Di otakku yang suka meracau tibatiba sesekali aku bertanya, apakah alam mendengar dengkurmu ataukah kamu menyatu dengan sunyi, apakah lakmus otakmu ikut tertidur ketika kamu terpejam, karna sungguh aneh sekali, otakku selalu terjaga dan membuat aku meracau banyak hal. Tentang mengapa akhir akhir ini suhu dingin sekali, mengapa matahari terik selalu dikerubungi awan, jika rumah rumah disurga terbuat dari berlian apakah mungkin letak surga di saturnus, jika segala hal disurga dapat dikabulkan bahkan sebelum kamu berucap mengapa ayat-ayat mengglorifikasi harta, tahta dan wanita, yang sepantasnya sudah tak memiliki harga. 

Otakku menggila setiap malam, bawah mataku menyerah bertahan, aku sudah perlu krim mata sebelum usia 30an. Lihat, bukankah nampaknya aku butuh bahu untuk menyandarkan kepala, karna 800gram benda di dalam tempurung kepalaku ini menolak untuk terdiam atau paling tidak memikirkan apa snack yang enak dan cocok untuk dinikmati sambil merokok saja. 

Aku memikirkan bagaimana caranya otakku ini tenang. 

Mungkin otakku bisa tenang ketika aku terbangun di kasur berselimut linen yang hangat dan masih wangi laundry dan sedikit bercampur dengan keringat, namun sprei dan selimutnya begitu nyaman sehingga membuatmu enggan beranjak. Dan disamping ada orang yang masih terlelap, dahinya berkeringat, matanya terpejam, bibirnya tersenyum tipis.

Otakku mungkin masih bisa tenang ketika mataku menyapu sekeliling, kutemui box pizza, tumblr kopi dan beberapa kaleng soda yang kosong berantakan di lantai bersamaan dengan baju baju yang mendarat tak tentu.

Otakku mungkin akan tenang jika aku menemukan orang disebelahku masih nyenyak dan aku agak kurang terima sehingga mari kita ganggu saja tidurnya, dan ketika lelapnya terusik dan mimpinya buyar dan mendapati tawaku yang menyebalkan saatnya aku melarikan diri, sembunyi di kamar mandi, gosok gigi and wearing his wrinkle T. 

Mungkinnn, otakku akan jauh lebih tenang ketika aku kembali dari kamar mandi tiba tiba ada lengan yang membekap dan mengajak bergulat, tapi tentu saja pemenangnya adalah aku, karena jangan gila aku punya senjata yang disebut cubitan maut. 

Mungkin otakku akan sangaaattt tenang ketika, setelah pergulatan penuh keringat, dia bangkit dan duduk disana ditempat yang dapat kunikmati berulang kali tanpa bosan, duduk diam, tak bergeming membiarkan matahari meninggi sembari menyeduh secangkir kopi, dan membiarkan kepul panasnya membuatku datang tanpa disuruh, menikmati sesapan pertama hingga terakhir lalu tertawa entah apa yang lucu, bisa karena kemungkinan surga adalah saturnus dan bumi adalah neraka. Atau kemungkinan buah larangan adam dan hawa adalah rahasia reproduksi. Apa saja.  Bersamanya otakku tidak akan berguncang, tak akan gagap diburu waktu atau bahkan menciut terpapar tekanan keadaan.

Dari segalanya yang kutahu, dari segalanya yang kupelajari, dari segalanya yang kualami, dari segala-galanya yang telah terjadi dan kuinginkan terjadi. Kutahu, sendiri adalah prestasi yang sangat kubanggakan, namun bersamamu ingin kudamaikan badai serotonin dan feromon yang bergolak tak ada habisnya.



(ditulis setelah makan telur dadar gosong karena memasak sambil mengobrol, gila aja karna ingin ku tidur setelah makan tapi mengapa otakku ini tak pernah mengizinkan aku tidur tenang dibawah jam 12 malam)

Kemudian melihat Bill di dompet

Oh iya aku kan habis ngopi 300ml, yang benar saja, Mengapa aku bertanya bangsat.