Minggu, 07 November 2021

FATE

 You should now

Tidak seperti di buku buku dongeng, guruh dan petir tidak semenakutkan itu.

Langit cerah tak berawan juga tak seindah itu. Banjir kadang tak menyeramkan. Dunia ini mirip majas majas tentang hujan, kadang romantis sisanya sadis dan tragis.

Di dunia ini, manusia bergeliat layaknya hujan, ada yang lembut padamu, ada yang kasar padamu, ada yang memyakitimu, ada yang menkhianatimu. Jadi, memang tidak akan pernah ada alasan yang benar mengapa semua harus terjadi.

Kuberi tahu, jikalaupun kamu ada di dunia ini sekarang. Kamu tak akan mendapat hangat dari apapun. Baik dari bumi maupun dari aku, karna aku hanyalah pecundang yang hanya bisa berlari untuk mempertahankan diri. Aku tak punya benteng kokoh agar kamu bisa bergantung, aku juga tak punya tempat bersandar.

Kamu tak akan aman disini.

Ini adalah argumen yang kurang tepat karena tentu aku tak tau apa yang kau rasakan disana, dan dimana kamu berada. Bisa saja kamu juga kedinginan, bisa saja kamu terusik, bisa saja kamu juga terluka. Tapi aku selalu berharap kamu punya tempat yang lebih baik. Dan sudah berulangkali kupastikan, aku yakinkan diriku jutaan kali, denganku dimasa kini bukanlah waktu yang tepat.

Maaf harus terjebak dengan manusia seperti aku. Tapi percayalah, untuk bertahan di dunia ini cinta tak pernah cukup apalagi hanya dariku semata.

Sudah kukecap getir pahit menjadi sesuatu yang berbeda, kukecap buah getir dari ketidaksiapan dan waktu yang kurang tepat.

Harusnya sakitmu sepadan dengan sakitku.

Tapi kau tahu, aku menyadari satu hal, dunia tak akan pernah menerima kita entah kita akan baik atau buruk. Jadi disanalah, aku bangun sesuatu hanya untukku.

Kuharap engkau menjadi bunga, menjadi bulir padi, menjadi buah yang menyegarkan, menjadi bintang laut, menjadi ubur-ubur, menjadi bintang, menjadi planet baru, menjadi api, menjadi angin menjadi apapun yang kamu mau.

Dan aku akan mati-matian membuat dunia ini ada dibawah kakimu, agar kau kelak bisa bersandar dengan nyaman, tidur dengan nyenyak, mandi dengan hangat. Gemuruh, guntur, angin, hujan, badai, terik matahari tak berarti apapun untukmu. Karena kamu harus tau, tidak ada siapapun selain kita.

Dan kelak kau juga menjalani cara yang sama.

Kamis, 22 Juli 2021

TERMINASI

 Aku mencintaimu. Namun tak pernah sepadan dengan dengan embun yang pagi-pagi kau lalui.

Embun yang sebelumnya tak pernah kau lihat karna tentu saja kamu masih meringkuk dibalik selimut linen beraroma katun. dan parfum laundry.

Jangan lupa karna diluar dingin.

Aku mencintaimu, namun tak pernah sepadan dengan jalan yang kau lewati di pagi buta jam 5. Jadi aku mulai kembali, berusaha bersaing dengan gigil embun dan deru angin di pagi buta jam 5. Aku berusaha menjadi hangat agar menjadi obat ketika didekap. Aku mencoba menjadi kepul asap agar hatimu penuh dan cukup. 

Aku mencoba semuanya kecuali satu hal. Sadar.

Sadar bahwa titik didih air yang konstan akan jauh beda dengan selera tiap-tiap orang akan suhu air yang ideal.

Sadar bahwa mungkin hanya aku yang menganggap embun dan deru angin di pagi buta adalah wujud cinta.

Sadar bahwa mungkin dan mungkin saja tak selamanya aku hanya bisa berdiri bermodal rasa percaya. Tapi ya entah bagaimana. Hanya itu yang kupunya. Dan selama ini hanya itu yang selalu dengan bangga kugunakan. Lagi dan lagi.

Aku membangunnya jadi dalam semalam, kalah pula itu Prambanan. Tapi aku roboh perlahan-lahan. Karna manusia sok tahu macam aku tak pernah berpikir putaran turbulensi bertubi-tubi bukanlah hal yang lumrah untuk disimpan dan dijaga ketat, karna bisa saja ini mengancam diri sendiri. Namun memberitahukannya pada orang yang enggan berbagi tendensi yang serupa tetaplah sia-sia.

Apapun pilihannya. Hasilnya akan sama.

Pantas saja semua penyihir di negeri dongeng benci konsep mencinta.


Aku tak tahu dimana lagi aku menyimpan satu satunya kebohonganku. Semakin tidak ada tempat karena berucap "tidak ada apa-apa" setiap waktu amatlah berat. Dan baru kutahu, berucap "tidak apa-apa" bisa membesar, memenuhi hati dan bercokol disana selamanya lalu bentukan itu mengundang tangis diwaktu senggang.

Digemingnya waktu.

Dihampanya hari.

Kosongnya tempat. 

Sajak-sajak perih tentang iri dan sakit hati. Satu-satunya hal yang tak bisa berhenti.


Sabtu, 03 Juli 2021

Ketakutan

 Aku takut kedalaman padahal aku bisa berenang.

Aku takut kedalaman, takut tenggelam, takut tak bisa mengambil nafas di permukaan, takut tercekik.

Kuingat lagi, aku pernah terpeleset dikolam renang dewasa semasa aku belum duduk di bangku TK. Aku tak ingat bagaimana, tapi aku ingat wajah marah semua orang.

Aku tak tahu, aku hanya terpeleset.

Aku tak pernah berenang jika kakiku tak bisa meraih lantai kolam dan mukaku tetap dipermukaan.

Kedua kalinya aku mencoba, aku berenang di kedalaman, bayangan dasar kolam yang jauh menusuk akal sehatku.

Aku panik.

Dan benar-benar tak bisa berpikir jernih.

Yang aku ingat wajah marah guru ku yang menyeramkan.

Aku masih ingat dengan jelas.


Aku takut gelap.

Kegelapan mengambil semua sisi warasku.

Karena gelap hanya mengambil indra pengelihatanku tetapi gelap menajamkan indraku yang lain.

Indra pengingat misalnya.

Gelap membuat memori yang tertidur di lobus temporal unjuk gigi.

Seperti memori pelecehan pertama yang aku dapatkan semasa masih di sekolah dasar.

Memori duduk dikamar sendirian sambil menangis dengan mulut meleleh diserang harpes.

Memori sembunyi di sela sofa dan tembok karena malu memperlihatkan muka dengan bibir penuh borok.

Memori gemetar berhadapan dengan exibish.

Memori dilecehkan dosen berulang kali.

Memori ditelanjangi paksa orang yang selalu ku kira cinta tiada lawan.

Memori menyakitkan ditarik dan disentuh paksa oleh orang yang kau kira teman.

Memori-memori menyakitkan interaksi tubuhku dengan hal hal yang tidak kuhendaki.

Belakangan, ini menjadi lebih menyakitkan.

Ketika lampu kamar dipadamkan, Wajahnya melintas dikepalaku, orang yang pernah kuhendaki cintanya, kukejar seperti orang gila, namun kemudian mengikatku seperti anjing, ingatan mencumbu dengan paksa yang dulu bahkan dapat kuterima lalu kulupa sepersekian detik, menyeruak paksa, hingga kini tak dapat kulupa.

Bagaimana bisa?

Benarkah waktu dapat membolak balikkan segalanya?

Atau memang ketakukan akan melahap segalanya menjadi miliknya. Lalu, apakah aku akan takut dengan semuanya ?

Aku.

Hanya tak dapat.

Aku tak bisa menjadi gila.

Tapi menanggung ini semua, adalah kegilaan lain yang sangat tidak masuk akal untuk terus dicerna.

Senin, 21 Juni 2021

I want to die everyday.

 I want to die every day.

Because sometimes I remember how it feels when the hands of people I don't want touch my body.

Painfull.

I want to die every day, because sometimes I suddenly remember the feeling of a strange breath blowing against my face.

I wanted to die every day, because the voices I hated suddenly crossed my mind.

I want to die every day because the faces of the people who I remember leaving me in the back shed I've been seeing so often lately.

I want to die every day because I can't have the skin I want, I can't have the voice I want, I can't have the eyes I admire, I can't have the reason I have.


I want to die every day, not because I can never wear a nice dress, beautiful shoes or expensive wagoon .

I want to die every day because, I suddenly wake up at night, cannot breathe.

Couldn't go back to sleep.

awake.

But it was dark and quiet, only the cries of a kitten could be heard in the distance.

I want to die every day because my skin is really itchy, scratching doesn't get rid of the itching.

I wanted to die every day because I couldn't see and started to worry, whether I could have my own life or if I would lose my soul to being eaten by reality.

I'm scared.

And I want to die every day.


I want to die every day but I remember there were days when I could sleep well.

And I wake up not alone.


I wanted to die every day but then I remembered, I can eat greedly even though not everything can last long in my throat and stomach.


I want to die every day so that I can find the only true love that is mine and only mine.

But I remember the smell of roast beef and I want to eat it again.


I want to die every day

But I remember the sound of the waves crashing and the wind ruffling my hair. I want to go there again. 


I want to die every day but I remember the bitter taste of the beer I drank together and the several bottles of liquor colliding. I won't find anything other than here. 


I want to die every day but I remember the smell of synthetic leather in his car seat mixed with fresh fruity perfume, Daniel Caesar's song on mp3, beer and beach foam, dozens of laughs, instant noodles at high altitude, fried rice on the roadside, eye gazes and kisses . 

I want it all over again. 

Million times

Sabtu, 19 Juni 2021

Weird way.

 I wanna love you in a weird way. Because of course I'm weird, I'm not like women in general. You say the woman you are with likes your broad chest but I don't. 

I like your slender back and fat belly.

 Your ex may like your lovely smile, but I love your blackheaded nose. Other women may like the smell of perfume mixed with your sweats, but I like the lingering smell of cigarettes on your lips. I love your voice when you just wake up. Sounds like a direction  inviting to come home. 

Homey. 

I want to love you in a weird way. It's as weird as pinching your chest and stomach. It's as weird as tickling your armpit. As weird as suddenly pinching your cheek tightly. It's as weird as suddenly biting your neck when we ride a motorcycle. I want to love you in a weird way because you do too.

You don't like the curves of my face, you like what's inside my head. (because you're a zombie) You don't like my body shape, but you like the way I giggle. Sometimes i woke up in the middle of the night and get short of breath for no reason. 

Sometimes I cry suddenly, sometimes it hurts suddenly. Maybe it's because I sleep with worried. Worried that the lights suddenly went out and everything was dark. Worried I was alone, worried I'd been delusional all along. Worried all my dreams are real. Worried about the things I feared would happen. That Doesn't happen when I get your hands when I'm trying to reach for something in between my sleep.

Everyone never understands, the life I live is bitter, and I want to give up dozens of times. Luckily I always have a reason and believe I can get through it. Cause I'd like to have more time to spend behind your bike distracting you while driving. In your car seat while carpooled karaoke. Or open two cans of beer using teeth. Reading the zodiac, or eating sushi at a restaurant in a tipsy face. Or sleep in the cold without a blanket with you. I want to do it a million times.

I want to love you in a weird way, because that's you. You are not simple, you are complex, impulsive, stubborn and annoying. 

I want to love you in a weird way because you're stupid, feeling all-knowing, quirky and warm. 

I want to love you in a weird way Because you are indifferent, feel the most self-righteous and understanding. 

I want to love you in a weird way because I feel resentful and my heart feels warm and full at the same time. 

I want to love you in a weird way, because that's how I met you.


Jumat, 28 Mei 2021

It supposed to be punya judul Teritory but i tought not, so the another one kayanya lebib cocok.

 Semua tulisanku selalu diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul tiba-tiba di kepalaku seperti mukjizat, tapi seringkali bukannya tercerahkan aku malah tersiksa. Karena ketika kutahu jawabannya aku tak lagi melihat sesuatu dengan cara yang sama. Untuk kali ini tiba-tiba otakku dengan kreatifnya bertanya-tanya. 

Jika segala hal memiliki batas, apakah jatuh cinta memiliki jatah dan mencintai memiliki limit ?

Jika benar. Menyeramkan sekali.

Rata-rata angka harapan hidup manusia di indonesia 60-70 tahun. Selama itu kira-kira berapa kali manusia diberi jatah untuk jatuh cinta ? 4 kali ?

10 kali ?

30 kali ?

Jatuh cinta peristiwa langka, banyak dari peristiwanya mengandalkan momen-momen berkesan dan berharga. 

Sejauh ini aku mengingat, 10 kali aku pernah jatuh cinta, tak semuanya berjalan dengan baik dan hampir semuanya berakhir tidak bahagia. Usiaku hampir seperempat abad, sedangkan telah kugunakan 10 kali jatah jatuh cintaku. Kupakai 10 tahun waktuku untuk mencintai, aku takut menyentuh limit. 

Aku takut tak lagi dapat merasa lalu benar-benar mati rasa. 

Jadi kuputuskan mengirit meskipun aku tau kadang logikaku sering lari atau terbang menghilang ketika dihadapkan momen untuk mendukung peristiwa jatuh cinta. 

(logika tai).

Beberapa hari yang lalu aku bertanya pada teman-temanku. Apa hal terpenting yang harus dipegang ketika jatuh cinta atau mencintai.

Ninda yang dua kali putus karena hubungan jarak jauh, 7 bulan menjalani relasi yang beracun, berakhir Karena salah membedakan antara jalan dan gang punya jawaban bahwa komunikasilah yang terpenting karena tentu saja frekuensi dan getaran lah yang dapat mempertemukan orang dan menjalinkan mereka. Komunikasi pulalah yang akan terus menjaga mereka agar terus terkoneksi, komunikasi yang baik pulalah yang dapat menjauhkan mereka dari bibir jurang salah paham dan berakhirnya sambungan.


Menurut Riris yang dua kali diselingkuhi, rasa percayalah yang penting, karena mencintai dan bersama dengan seseorang bukan berarti kita memiliki seluruh hidupnya, sama seperti kita yang tetap menginginkan ruang untuk diri kita sendiri, orang lainpun sama. Dan dibagian yang tak bisa kita sentuh, disana kita hanya bisa menitip rasa percaya. 


Menurut Nina yang entah sudah berapa kali jatuh cinta dan menjalin percintaan, Keyakinan pada diri sendirilah yang paling penting. Apakah kita yakin untuk memulai dan memberi ruang untuk orang yang ada di hadapan, dan apa sebenarnya motivasi kita untuk mulai mencintai atau menjalin hubungan kembali. Karena waktu adalah hal yang berharga, berlarut-larut dengan orang yang masih belum kita yakini adalah pemborosan nomor wahid. 

Seperti biasa, aku jadi menemukan jawabanku sendiri. 

Menurutku, hal terpenting yang selalu kupegang saat jatuh cinta adalah dengan tidak berekspektasi.

Karena sungguh, berekspektasi adalah investasi tercepat untuk sakit hati. 

Meskipun bergelut di dimensi yang sama, bukan berarti segalanya dapat kulihat dengan jelas. 

Dan kupikir tidak berekspektasi membuat aku lebih berhemat, menghemat emosi dan tentu saja menghemat waktu. Mengapa ? Karena jika sesuatu berjalan tidak sesuai impian atau ekspektasi menurutku aku bisa sembuh lebih cepat, dan memulai segalanya kembali dengan lebih mudah, menggunakan kembali jatah jatuh cintaku. Aku tak mau kecewa karena kesalahanku sendiri. Dan menuntut orang lain untuk sesuai dengan apa yang kita inginkan adalah tindakan kriminal. 


.

I've been there, as close as blood in the body, i feel the breath, its warm and depths. 

Then i saw his eyes, thats not the eyes who i looking for. I cut the distance. I stared through the eyes. Still the same. 

I hold his hand, feels his palm, count his pulse. Thats not the pulse that i looking for. 

I layed on his chest. Peacefull and deserted. Try to hear his heartbeat, but thats not the beat i am looking for. 

The sign not found. I supposed to be walk right away, but i'd never walk away, i already sink, cannot thinking. I came into the wrong territory, i tought it was clear when i try to marking up. But it wasn't. So i let this emotions going through the ocean. Never know what happend.


Senin, 24 Mei 2021

BATTLEFIELD

 Tiba-tiba aku bertanya tanya tentang bagaimana medan perang yang ideal. Dan seperti apa tentara yang tidak akan terkalahkan. Apa senjata yang tidak tertandingi ?

Dalam pertempuran "anak haram" Jon Snow nyaris kalah padahal dia punya beberapa raksasa di pihaknya. Ia gegabah, ia tak pandai berstrategi. Beruntung ia punya saudara sepintar Sansa.

Strategi bagus juga tak selamanya berhasil, orang utara hampir kalah dari pasukan orang mati. Mereka menang karena keberuntungan. Padahal di pihak mereka ada Dothraki yang membunuh orang dan berperang adalah sarana olahraga bagi mereka. Arya stark adalah keajaiban.

Hitler punya balistik, punya tank yang beratnya ribuan ton dan bisa menembak sejauh puluhan kilometer. Ia ditenggelamkan keserakahan padahal dunia sudah ada di tangannya, hanya karena sejengkal tanah, musnahlah dinasti yang di bangunnya.

Mataram islam adalah kerajaan yang solid, mereka memiliki banyak orang yang siap mati di hampir seluruh pulau jawa. Tahta yang tak seberapa membuat mereka pecah dan tidak lagi bersaudara. Puluhan pemberontakan disana sini tak bisa mereka redam dan mereka harus bersisian dengan hindia belanda.

Jadi seperti apa medan perang yang ideal. Yang bisa menghindarkan kita dari kekalahan.

Suku Kalingga, didukung oleh posisi geografis yang menyulitkan musuh musuh mereka, hingga mereka tak terkalahkan, dan tetap memegang predikat head hunter. Namun aku pikir alasannya bukan geografis.

Suku maya, suku penghuni machu pichu, penghuni petra di jordan, mereka bermukim di kawasan geografis yang strategis, tapi mereka hilang, kalah. Habis. Tak bersisa.

Jadi. Apa ?

Apa hal ideal yang bisa membuat kita menang di setiap pertempuran ?


Menurut rohmat yang melankolis dan berjalan diatas altar romantisme, hal ideal yang dapat membuat kita memenangkan pertempuran adalah dengan tidak adanya pertempuran.

Menarik, Perang Dingin tak pernah menjatuhkan banyak nyawa seperti perang perang sebelumnya, namun dapat membuka jalan kencangnya mobilitas ilmu pengetahuan dan teknologi.


Menurut ciput yang cheerfull dan optimis, hal ideal yang membuat kita memenangkan pertempuran adalah keajaiban. Menarik, David yang masih berusia belasan tahun dapat mengalahkan Jawara Filistin yang serupa raksasa dengan tinggi badan 3 meter lebih.


Menurut daffa yang presisi, realistis dan suka berhitung. Hal ideal yang dapat memenangkan pertempuran adalah plan atau strategi. Menarik, Tentara Mongol yang pernah menguasai hampir seluruh Benua Asia, bahkan sempat berinvasi ke daratan Eropa dapat dikalahkan oleh Tentara Majapahit, berkat strategi yang cemerlang meskipun agak kotor.

Strategi serupa juga pernah digunakan seniman Blambangan untuk melawan tentara VOC.


Yang ada dikepalaku berbeda. Ada banyak pertempuran yang tidak mendapat spotlight di dunia. Pertempuran yang pemenangnya adalah pihak yang kalah. Pertempuran yang pemenangnya mendapatkan rampasan tapi mereka tak pernah menikmati kemenangan.

Pertempuran antara "si punya segala sumber daya" untuk menang dan "si harga diri".

Entah mengapa pride dikategorikan sebagai salah satu dari 7 dosa besar, Dante benar benar harus mengaudit tulisan dan lukisannya. Jika aku harus jujur, itu menyesatkan. 

Harga diri adalah hal terakhir pertahanan manusia, harta mereka yang sesungguhnya. Sehingga, jika titik dimana segalanya telah tiada, harga diri juga sepantasnya tidak jatuh ditangan lawan untuk dipermainkan. Dan sudah pasti, ia pemenangnya.

Ketika Alauddin Khalji menyerang Chittor bersama seluruh tentara muslimnya, ia berjaya, ia mendapatkan tanah Rajput, ia mendapatkan Benteng Chittor, ia menguasai Mewar. Tapi ia pulalah yang keluar sebagai pihak yang kalah. Kepala yang ia penggal bukanlah miliknya, darah yang mengering di tangannya tidak pernah menjadi miliknya. Dan ia juga hanya mendapatkan abu dari perempuan-perempuan Chittor bersama ratunya yang didamaikan jauhar. Kehormatan mereka terbakar bersama api yang mereka masuki dengan sukacita, tanpa berteriak, tanpa merintih. Di kobaran api yang membara, merekalah juaranya. Alauddin terpana. Panjinya telah naik ke ujung menara, genderang ditabuh tentaranya. Tapi ia sungguh tak pernah memiliki apa-apa.


Tidak pernah ada yang salah dari cara-cara untuk memenangkan pertempuran, semua orang benar karena tiap orang punya pertempuran mereka sendiri-sendiri. Pertempuran yang beda, pertempuran yang gelombangnya kadang tak terbaca, pertempuran personal yang tidak bisa diselesaikan orang lain. Dan kemudian hanya bisa dihadapi sendiri dengan cara ter-efektif yang dipercaya masing-masing.

Selain usaha mati-matian, jangan lupa kita wajib menuntut Tuhan.

Jika memang mimpi buruk dan ketakutan kita dimasa depan akan menjadi nyata sudah sepantasnya Tuhan harus menegakkan punggung kita dan tidak pernah sekalipun membuat kaki kita terjatuh, sekalipun. Tuhan harus ikut bertanggung jawab dengan segala cara, karena atas kuasa-Nya lah kita ada di dunia. 

Everysingle battlefield is scariest, tough, hard, stressfull. But i believe

We should believe. 

In every war. 

In everysingle type of Battlefield.

We will win.


(kado kecil untuk teman-temanku pejuang kehidupan yang kian ngehe, i always wondering "kenapa anjir temen temen aku semua idupnya warwirwur?" lalu aku ingat, nyetttt, thats the law of attraction, the dumb will tarik menarik with the dumber and woillaaaaa lahirlah those ekosistem, huhuhuhuhu sedih, tapi enggak juga)



Sabtu, 24 April 2021

Dilarang mendebat cinta tak bersyarat

 Karna aku percaya bahwa manusia didesain untuk terluka, dan kebetulan sudah bosan sekali untuk terluka, aku mencoba untuk berhenti ber-ekspektasi. Namun berhenti ber-ekspektasi dan datang untuk menikmati adalah dua hal yang amat sangat berbeda. Menjatuhkan diri pada frekuensi yang hanya aku sendiri yang dapat menjangkau adalah tiket sekali jalan dan aku tidak berniat untuk pulang. Mengapa ? Karna semakin jauh aku bergerak, kamu semakin menarik untuk disimak. Karena kamu adalah realita yang datang pasca aku membuka mata dari harapan yang ketinggian. Kamu mendarat dengan aman dan presisi, bahkan tanpa kusadar telah punya ruang sendiri, mengorbit dan berpendar, makin sulit ku ikhlaskan.

Sejauh ini aku masih enggan menarik diri, meski hampir semua penjuru bersuara bahwa seperempat abad bukanlah angka yang ideal untuk duduk, berkhayal, menarik ulur, ditinggalkan, meninggalkan, patah hati, menyesali, menata hati kembali. Tapi didunia ini percayalah bahwa umur hanyalah sekedar angka. Jatuh cinta atau terluka itu tidak papa, karna arus dan naluri ketika menghadapinya tetaplah momen langka, tidak usah bertanya mengapa karna tentu saja, dari milyaran manusia berbagai bentuk dan rupa, muncullah peluang nol koma sepersekian persen yang kemudian membuat hatiku penuh dan bergejolak tibatiba. 

Mengamati kamu dan memyimpannya rapat rapat sambil terkadang dengan lirih mengucap namamu memohon agar semesta bergerak mengusahakan adalah momen terendah hati dalam hidupku, karena telah lama kutinggalkan budaya berharap pada ketidakpastian dan meyakini datangnya sebuah keajaiban. Di momen itulah, aku kembali membumi, menyadari aku tak punya kapabilitas tinggi, tak semua di dunia ini bisa terjadi meski aku berusaha sampai mati. Menariknya, aku tak merasa rendah diri meski telah memohon ribuan kali. 

Aku juga telah mengetahui bahwa harapan seringnya muncul dengan kecewa sebagai babak bonus, dan sekali lagi, khusus untuk kegiatan ini kukecualikan, sangatlah tidak masalah. Terluka adalah makanan sehari-hari manusia. Sejak kumulai aku telah bersiap dengan kekecewaan, aku juga tidak akan pelit air mata karena tentu saja bukankah memang begitu menjadi dewasa. 

Tidak semua orang yang kuhendaki bisa kutandai sebagai teritori, namun momen dimana kamu dan situasi yang membuat aku berdebar patut ku kenang. Dan momen dimana aku jatuh dan kecewa adalah tentu saja merupakan pelajaran. Aku masih tak berniat pulang, kuperpanjang tiketnya, agar aku bisa tetap di perjalanan ini hingga aku sendiri ingin berhenti. Mari tak usah diperdebatkan.

Jatuh cinta adalah prosesi menyenangkan. 


Life is short.

Love is rare.

(JADI YAA NGGAK PAPA)


Kamis, 22 April 2021

Narasi super panjang tentang manusia terkuat di bumi dan cara menjinakkan lobus frontal

 Whose the strongest person in the world ?

Meski punya ratusan ribu tentara yang siap pasang badan, balistik dan Katyusha Hitler bukanlah jawabannya. Hitler mendekap anak dan istrinya dalam kobaran api yang ia sulut sendiri di rubanah.

Makhluk hijau hasil dari paparan Gamma berlebihan yang dapat menelan molotov bulat bulat pun bukan jawabannya. Ia bahkan menolak untuk keluar dari persembunyiannya ketika Thanos mengacak acak dunia.

Dan mohon jangan coba-coba masukan Thor dalam list ini. Sampai sekarang pasti ia masih kesulitan menurunkan berat badan dan lepas dari kecanduan miras.

Lalu, siapakah orang terkuat di dunia ?

Dialah orang yang tak pernah takut sendirian. 

Ketakutan adalah monster yang akan memakan jiwamu perlahan, setelah memakannya ia tak begitu saja pergi. Ia akan kembali, memakan sisa sisa, atau jika kamu mulai utuh, ia memakan bagianmu yang mulai tumbuh. Dan sendirian adalah ruang kosong yang tak pernah hampa. Kamu ada disana, kamu dan dirimu. Berdua. Ditengah jungkir balik dunia. 

Aku menyadari, makin dewasa manusia cenderung kehilangan orang, makin bertambah usia, manusia makin mengerucut, menuju puncak piramida. Hanya tinggal seorang. Tidak ada tempat untuk bergantung, berharap, berbagi. Hanya ada aku, hanya ada diri sendiri, menyandarkan hidup pada sebuah alasan sesimpel "matahari pagi hangat sekali".Rasanya bahagia berlipat ganda ketika bisa menyeka keringat dan air mata sendiri. Rasanya bahagia ketika berhasil melewati hambatan sendiri, rasanya bahagia ketika telah menangis semalam kemudian merasa sangat cantik di pagi hari. Rasanya bangga dan hebat ketika terus menerus menemukan alasan untuk tidak menyerah. Sesungguhnya, amatlah salah jika seseorang mengasihani mereka yang sendirian, bisa melakukan apapun sendiri, karena justru orang yang perlu dikasihani adalah orang-orang yang tidak dapat melakukan apapun sendiri.

Menjadi sendirian juga menyadarkan esensi hidup sebagai manusia, yakni tidak semua ciptaan, baik yang tercipta maupun diciptakan dapat digenggam. Terkadang ia hanya ada untuk dipandang, diraih hanya lewat perasaan. 

Ada pula ciptaan, yang membuatmu enggan duluan untuk menggapai. Manusia dan keterbatasan adalah dua hal yang saling mengikat erat. Tidak ada manusia yang tanpa batas, bahkan garuda dan wasuki sudah mengaduk aduk lautan untuk mendapatkannya. Dan tak perlu dipungkiri keterbatasan lah yang membuatmu kembali, mencintai dirimu sebagai manusia yang apa adanya. Bila saja manusia diciptakan tanpa batas, bumi telah kiamat ratusan ribu tahun yang lalu. Dan aku maupun kamu tidak akan pernah menikmati hangatnya matahari dipagi hari ditengah tengah bulan Desember. Menjadi manusia terkuat berarti telah menyintasi ribuan kali kehilangan, kecewa, marah dan putus asa. Tak perlu takut, manusia dirancang untuk terluka, aku dan kamu tidak akan pernah hancur ataupun sia-sia, sehingga yang terburuk bukanlah manusia yang mengalami kegagalan namun yang terbaik selalu datang dari orang yang selalu mau berusaha. Sepanjang narasi heboh tentang kedigdayaan manusia yang sanggup sendirian ini rasanya aku ingin terus menjadi manusia terkuat di bumi sampai kapanpun. 

Tapi frasa "sampai kapanpun" atau "selamanya" memiliki arti yang berbeda bagi manusia dewasa. Selamanya tidak pernah berarti selamanya. 

Di otakku yang suka meracau tibatiba sesekali aku bertanya, apakah alam mendengar dengkurmu ataukah kamu menyatu dengan sunyi, apakah lakmus otakmu ikut tertidur ketika kamu terpejam, karna sungguh aneh sekali, otakku selalu terjaga dan membuat aku meracau banyak hal. Tentang mengapa akhir akhir ini suhu dingin sekali, mengapa matahari terik selalu dikerubungi awan, jika rumah rumah disurga terbuat dari berlian apakah mungkin letak surga di saturnus, jika segala hal disurga dapat dikabulkan bahkan sebelum kamu berucap mengapa ayat-ayat mengglorifikasi harta, tahta dan wanita, yang sepantasnya sudah tak memiliki harga. 

Otakku menggila setiap malam, bawah mataku menyerah bertahan, aku sudah perlu krim mata sebelum usia 30an. Lihat, bukankah nampaknya aku butuh bahu untuk menyandarkan kepala, karna 800gram benda di dalam tempurung kepalaku ini menolak untuk terdiam atau paling tidak memikirkan apa snack yang enak dan cocok untuk dinikmati sambil merokok saja. 

Aku memikirkan bagaimana caranya otakku ini tenang. 

Mungkin otakku bisa tenang ketika aku terbangun di kasur berselimut linen yang hangat dan masih wangi laundry dan sedikit bercampur dengan keringat, namun sprei dan selimutnya begitu nyaman sehingga membuatmu enggan beranjak. Dan disamping ada orang yang masih terlelap, dahinya berkeringat, matanya terpejam, bibirnya tersenyum tipis.

Otakku mungkin masih bisa tenang ketika mataku menyapu sekeliling, kutemui box pizza, tumblr kopi dan beberapa kaleng soda yang kosong berantakan di lantai bersamaan dengan baju baju yang mendarat tak tentu.

Otakku mungkin akan tenang jika aku menemukan orang disebelahku masih nyenyak dan aku agak kurang terima sehingga mari kita ganggu saja tidurnya, dan ketika lelapnya terusik dan mimpinya buyar dan mendapati tawaku yang menyebalkan saatnya aku melarikan diri, sembunyi di kamar mandi, gosok gigi and wearing his wrinkle T. 

Mungkinnn, otakku akan jauh lebih tenang ketika aku kembali dari kamar mandi tiba tiba ada lengan yang membekap dan mengajak bergulat, tapi tentu saja pemenangnya adalah aku, karena jangan gila aku punya senjata yang disebut cubitan maut. 

Mungkin otakku akan sangaaattt tenang ketika, setelah pergulatan penuh keringat, dia bangkit dan duduk disana ditempat yang dapat kunikmati berulang kali tanpa bosan, duduk diam, tak bergeming membiarkan matahari meninggi sembari menyeduh secangkir kopi, dan membiarkan kepul panasnya membuatku datang tanpa disuruh, menikmati sesapan pertama hingga terakhir lalu tertawa entah apa yang lucu, bisa karena kemungkinan surga adalah saturnus dan bumi adalah neraka. Atau kemungkinan buah larangan adam dan hawa adalah rahasia reproduksi. Apa saja.  Bersamanya otakku tidak akan berguncang, tak akan gagap diburu waktu atau bahkan menciut terpapar tekanan keadaan.

Dari segalanya yang kutahu, dari segalanya yang kupelajari, dari segalanya yang kualami, dari segala-galanya yang telah terjadi dan kuinginkan terjadi. Kutahu, sendiri adalah prestasi yang sangat kubanggakan, namun bersamamu ingin kudamaikan badai serotonin dan feromon yang bergolak tak ada habisnya.



(ditulis setelah makan telur dadar gosong karena memasak sambil mengobrol, gila aja karna ingin ku tidur setelah makan tapi mengapa otakku ini tak pernah mengizinkan aku tidur tenang dibawah jam 12 malam)

Kemudian melihat Bill di dompet

Oh iya aku kan habis ngopi 300ml, yang benar saja, Mengapa aku bertanya bangsat. 

Senin, 18 Januari 2021

GELAP dan TERANG

 Kata "Insecure" sedang naik daun dan ramai dibicarakan dan menjadi topik, hampir di semua platform its like kata galau yang dulu tbtb menjadi sangat ramai. Shoo lets talk about insecurities right now.

Lahir dan tumbuh di kota kecil, tentu saja asing dengan kata insecure, sehingga aku menyebutnya dulu minder atau rendah diri.

When people insecure diusia 18 tahun sampai 30 tahunan. I got my first insecurity ketika duduk di bangku TK. Yesss im not joking, im in kindergarten school and i already have insecurities.

Aku insecure dengan teman-temanku yang lain, yang berangkat sekolah diantar orang tua, bahkan mungkin aku the only one yang orangtuanya ngga nungguin di sekolah. Aku gapunya backupan kalau aku ketinggalan barang, kelupaan sesuatu atau aku butuh sesuatu. I just throwback in my childhood and it was so much pain. Berangkat sekolah aku dititipkan tetangga, pulang sekolah jalan kaki. My school almost 1km away from my home. And that was sad that you are should walking alone in some conditions. It just crazy painfull when you saw your friends arrive at school with their parents, dicium atau bahkan ditungguin sampe bubaran sekolah.

Aku terlahir dengan rambut keriting, yang keritingggg banget dan tiap kali saudara-saudara ngejek my hair was ugly aku jawab "rambut aku mirip rambutnya ibuk" my mom will says "no, rambut ibuk nggak kayak singa kayak kamu, rambut ibuk keritingnya bagus" padahal it looks same. Thankfully aku selalu ada mbah yang sayang aku no matter what, dia selalu bilang kalo rambut aku mirip dia karna aku cucunya. If i was 20 year aku bakal jawab "kalo keriting kenapa ? Kamu lurus juga ngga cakep cakep amat". Yaaahh poor my little soul. Aku ngga bilang atau ngga pernah bilang kalo aku kekurangan kasih sayang, maybe aku dibesarkan dengan pola asuh yang beda. Ya tiap orang pasti punya caranya masing masing.

Lalu gimana pola asuh orang tua aku?

For sure, I DONT KNOW. Aku ngga tau, seingetku dua orang yang meluk aku, itu adalah mbah aku dan pacar aku. Yaa, i knew rasanya dipeluk adalah pas punya pacar. I knew rasanya makan bareng keluarga adalah bareng keluarga pacar. Dan ngeliat orang bisa deket sama orang tua, bisa makan bareng it just.....

Im trying to get close, but it feels awkward, shoo ijust do gossiping with my mother for communicate, thats it. Mungkin saking awkwardnya setiap kali aku mencoba communicate disalahartikan orangtuaku. They said aku cuman mau komunikasi kalau butuh duit.

Yaaa bcs i dont know, aku butuh duit buat bayar spp, butuh duit bayar study lapangan, butuh duit bayar UKT, how supposed i call if not my parents. Seingatku aku gaperna minta benda benda yang nggak masuk akal like handphone, makeup, skincare, bag and stuff. I bought em by my own money.

Yaaa its kinda confusing actually look how people so close to their family, like how come, and why i can't.


Dari aku kecil, aku tau dan selalu tau imma ugliest one, kulit aku gelap not look like my mother, rambut aku keriting. Aku bahkan tak punya bentuk potongan rambut. It weird. Dan sedihnya aku harus suka sampe kayanya otakku ini ngga berfungsi sama orang blangsak yang cuman bisa melek sama orang cantik sesuai standar masyarakat tapi ngga mau kehilangan fans. Di maintainlah rasa cinta ngga ada otak ini menjadi kegilaan bertahun tahun. Dari mulai ngerjain soal ulangan UN nya dia pas SMP sampe dia masuk top 5 di sekolah dia, padahal dia tukang bolos yang rajin (dan yaa kami beda sekolah). Punya look yang biasa aja dan ngga mengikuti trend yang ada di kehidupan remaja saat itu throwed me being orang kasat mata di kehidupan sekolah, ditambah u do organisasi sekolah yang bikin kulit kena matahari dan u dont even know what skincare or sunscreen is. Hingga di sebuah momen, ketika aku berulang tahun dan sialnya ulang tahunku sama dengan orang yang pretend to be queen bee sekolah. Cakep, hits, melakukan apapun yang hits dan exist. Then begitulah momen itu terjadi, si queen bee mendapat banyak kado dan cokelat, bahkan pake acara dinyanyiin, and aku di belakang sibuk foto pake aplikasi camera 360. Whats a lyfe.

Tapi seingatku adalah, aku kehilangan posisi yang aku inginkan, im dedicate about it, i put 100% to get in there dan aku ngga bisa sampe kesana karena "Tradisinya yang jadi sekertaris orang cantik sedangkan dia enggak" wow. Menarik sekali kalimat itu diucapin oleh mbak mbak yang mukanya putih banget karna pake krim abal-abal.

Meskipun bukan kali pertama tersingkir karna "nggak cantik" tapi momen itulah yang paling nyesek. Tapi sejak momen itulah i dont mind, aku selalu bangga dengan diriku sendiri karna setelah momen itu aku ngga berusaha mutihin badan, atau mutihin muka dengan ekstream. Karna udah trauma pas SMP pernah minum obat peninggi badan dan berakhir panas dingin dan kejang di ruang osis karna cowok yang aku taksir bilang kalo aku pendek banget.

Turning poinku pas kuliah, ketika punya roomate anak Bekasi dan kakaknya bilang "kayanya kalo kamu bedakan dengan proper, trus lipstikan gitu cakep deh. Mekapan lah orang udah kuliah" then i buy my first make up, nggak si, sebenernya kedua, karna barang mekap pertama yang kubeli lip tattoo yang mashaaAllah sakitnya pas peel off. Aku mulai beli lipstick, beli powder beli benda benda makeup drugstore dan jadi terobsesi. Aku tonton channel channel beauty dan mulai berani mekapin temen. Yanti adalah orang pertama yang jadi korban, nggak sih karna hasilnya bagus hahahahaha.

Then makin banyak orang orang yang aku make upin and somehow i can make money from that. Huuuu shoo proud of myself.

Setelah doyan banget mekapan, bahkan isi tas kuliah aku cuman pouch make up, buku catatan dan bolpen, mukaku mulai bermasalah, kering and bruntusan dimana mana somehow jerawat berjejer jejer, komedo dan kulit yang kasaarrrr, kemudian muncullah obsesi baru. Yap skincare. I do 10 step skincare ala korea 😂😂 and when i look at the mirror a few months later i just say "who are you?". My skin looks healtier, aku sempet ngira aku ada flek flek kecoklatan atau bekas jerawat tapi ternyata itu tahi lalat yang selama ini ngga kelihatan. Hahahhaha shooo funny.

Ketika aku ketemu temen temen aku dari SMP dan SMA mereka selalu bilang "hah kita satu sekolah ? Kamu yang mana" dan aku selalu jawab "well, youre just looking the pretties, u never looking the smartest, the unique one and the coolest one". Hehehhhe sombong.

Setelah kukira aku bisa menyelesaikan semua insecurities ku dengan baik, univers prove that im wrong. Aku ngga tau, apakah hanya aku atau orang orang juga begini.

Aku mendapat insecurities baru. Belajar dan bekerja di kota besar membuat kamu mengenal lebih banyak orang dengan berbagai macam background.

Hidup di Surabaya ngebuat aku ternganga berada di komunitas dan lingkungan yang sama dengan orang orang tajir ngga ngotak. Temen yang jajan parfum dior dan calvin klein barengan, sedangkan kamu yang beli body mist TBS nunggu cuci gudang. Atau saat kamu mendapati bocah yang kemana mana pake sendal flipper ternyata punya bisnis milik dia sendiri dan berprofit ratusan juta perbulan. Belom lagi ketemu temen kalian yang biasaaaa banget, yaa look sangat humble nan cheerful, tapi ternyata lulusan kampus terbaik di luar negri. Sedangkan kamu ikut SBM aja urung karna males ngerjain matematika nya. What a shame.

Tapi aku tau, selain manusia yang punya sifat tamak dan ngga perna puas, aku tau dunia selalu punya hal hal baru yang ditawarkan pada penghuninya, jadilah kehidupan ini transaksi mahabesar yang nggak akan ada putus putusnya. Melahirkan hal hal baru yang disertai insecurities baru. Itu bukan berarti hal yang buruk, of coruse not. Itu adalah hal yang bisa membuat manusia terus berkembang menjadi dirinya yang terbaik. Ya benar jika insecurities adalah penyakit yang berbahaya bagi mental, tapi jika kita bisa me-manage nya dengan baik tentu kita akan mengagumkan. Dunia ini juga panggung yang mengerikan, jika kamu berkeringat itu keringat sungguhan, jika kamu kecewa kamu kecewa sungguhan, jika kamu menangis itu air mata sungguhan bahkan jika kamu berdarah itu darahmu sungguhan. Nggak ada pemeran pengganti untuk menggantikanmu.

Pada akhirnya untuk orang-orang yang bergelut dengan insecurities, jika kamu tidak bisa melepaskannya dan berubah untuk mencintai keadaannya then manage it. Ngga mudah, tentu saja, di dunia ini yang mudah cuman kedip-kedip doang.


Beberapa hari yang lalu ibu ku ngobrol sama orang tentang parenting dan ibu aku bilang "aku ngedidik anak-anak aku jadi anak anak yang tangguh" well its kinda right but wrong.

My brother adalah pembohong kelas wahid, even kayanya psikolog ngga bisa bedain dia ngomong jujur atau bohong.

Dan bagaimana dengan aku ?

Oh i grow up with alots of trauma's, insecurities, having panic attack, i've been crying every night, im bleeding anyway, i have a huge of fears, trust issues dan semua hal itu ngga diketahui orang tua ku. Aku selalu beruntung ketemu orang atau mendapatkan momment yang pas untuk turning point. Mulai dari orang baru sampai dari satu paragraf novel. Im shooo proud of myself.


Jika ditanya mau jadi orang tua kayak gimana i would say, mau jadi orang tua yang kalau anakku kelak ada masalah, had some trouble and problem, orang yang dihubungin pertama kalinya adalah aku.


(ditulis ketika sedang insecureee bangeet karna tbtb punya beberapa temen yang independen banget, punya kualitas bagus, punya visi jelas, punya bisnis jelas, punya tabungan banyak dan bisa jajan di sephora udah kaya beli makaroni mercon) huhuhuhuhuhuhu jan nangis hyuuunggg u bukan putri duyung.