Apakah sebagian dari kita masih penasaran bagaimana kita
memulai dan membangun semua ini ?. Apakah dunia diciptakan sebagaimana kalam
yang tertuang dalam kitab kejadian ataukah setiap mili dari kita ada karena
sebuah ketidaksengajaan yang menakjubkan? Mari kita akui bersama-sama. WE DON’T
KNOW IT.
Pernahkah kalian membaca kitab yang diperuntukkan untuk
orang lain tapi tidak untuk kalian ?, trust me, aku membaca beberapa, dan aku
sedikit shock karna kita semua memiliki cerita yang hampir sama. Mari kita
mulai dengan Bible yang memiliki beberapa kisah sangat familiar dengan
saudaranya The Holy Qur’an. Kisah penciptaan Adam-Hawa, Adam-Eve, Nabi Nuh,
Noah’s Ark, Nabi Ibrahim dan Geliat keluarga besarnya, Nabi Musa-Fir’aun(Ramses
II), Moses-Pharaoh (Ramses II), Nabi Daud-Raja Jalut, David-Goliath, Nabi
Sulaiman-King Solomon dan Isa atau Jesus. Apa yang dituliskan dalam ayat-ayat
Bible dituliskan pula dalam ayat-ayat Alqur’an meskipun tidak identik, beberapa
kisah berbeda versi,namun tokohnya tetaplah sama dan secara garis besar sama. So,
how we starts then ? apakah ini semua bukan lagi keajaiban, melainkan sejarah
panjang perjalanan berbagai keyakinan.
Berapa umur agama Islam di Bumi ini ? bukankah kurang
lebih 1400 tahun ?, berapa umur agama Katolik dan Saudaranya Kristen ? Bukankah
kurang lebih 2000 tahun ? Berapa umur ajaran Yahudi ? bukankah Musa membawa
keluar bangsa Yahudi dari tanah Mesir 1300 SM ? bukankah bangsa Yahudi telah
menjadi budak selama 400 tahun disana ?
Dari sini kita masih
bisa memahami bahwa Keluarga Nabi Ibrahim (Abraham), Sarah (Sara), Hajar
(Hagar), Isma’il (Ismael/Yismael) dan Yakub (Jacob) merupakan keluarga besar
dimana lahirnya agama-agama samawi di dunia. Mari kita tidak heran dengan
kesamaan-kesamaan kisah yang kita pelajari di kitab kita masing-masing.
Ketika mempelajari antropologi di bangku SMA, aku
mempelajari bahwa agama-agama yang ada di dunia dibagi menjadi 2. Agama langit
dan Agama Bumi. Agama Langit adalah agama dengan penuh keilahian, segala
ajarannya merupakan firman Tuhan dari langit, dibawa para nabi nya,
agama-agama yang tergolong dalam
kategori agama langit adalah, silahkan tebak.
Tentu saja ketiga
bersaudara agama samawi, Islam, Kristen dan Yahudi. Lalu apa itu Agama Bumi ?
Agama Bumi merupakan keyakinan yang diciptakan oleh manusia berdasarkan
pengamatan mereka terhadap alam dan dinamika sosial disekitar mereka. Apa saja
Agama yang termasuk dalam Agama Bumi ?
Banyak. Mari kita tulis
agama bumi dengan pemeluk terbanyak. Hindhu, Zoroaster, Budha, dan
Keyakinan-keyakinan di tiap-tiap daerah di Dunia.
Bila dilihat konsep dari dua golongan agama diatas
sungguhlah berbeda Agama Bumi dengan keesaan Tuhan dan sabda nabi-nabi
sedangkan Agama Bumi dengan kisah kepahlawanan dan Dewa-Dewa mereka. Pernahkah kalian
membaca Kisah Mahabharata ? For God Sake, setidaknya bacalah kisah itu sekali
seumur hidupmu, itu adalah Karya Sastra tebaik, Sage terbaik dan kitab tuntunan
hidup yang mudah kau mengerti meskipun penuh plot twist.
Agama Hindu dipercaya ada sejak 3100-1300SM, ditandai
dengan ditemukannya ukiran sapi di peradaban sungai Indus. Para penganut agama
Hindu mempercayai reinkarnasi, dan di ajaran mereka Dewa Wishnu bereinkarnasi
atau menitiskan dirinya dalam 10 wujud yang dikenal sebagai Awatara Wishnu,
salah satunya adalah tokoh yang familiar bagi kita yang suka nonton ANTV di siang hari atau nonton Mahabharata di
malam hari, siapa lagi jika bukan Shri Krishna.
Awatara pertama Dewa Wishnu bernama Matsya Awatara. Pada
masa Satyayuga, lebih tepatnya pada masa pemerintahan Raja Satyabrata (Putra
dari Dewa Matahari), raja menemukan seekor ikan kecil ketika ia hendak mencuci
wajah, kemudian ia membawa pulang ikan tersebut dan memeliharanya. Awalnya ditempatkan
di sebuah wadah air, namun ikan itu membesar seukuran wadah, lalu raja
memindahkan ikan tersebut di kolam kerajaan, namun segera ikan tersebut segera
memenuhi kolam. Lalu sang raja melepas ikan tersebut di lautan dan ikan
tersebut makin membesar dan memiliki tanduk. Kemudian ikan itu berucap, ia
adalah Matsya, titisan Dewa Wishnu, dan Raja Satyabrata diperintahkan untuk
membuat bahtera yang sangat besar untuk menghadapi banjir besar.
Raja kemudian melaksanakan perintah tersebut, setelah
pekerjaannya rampung, ia memerintahkan pengikutnya dan memasukkan hewan dengan
berpasang pasangan ke bahteranya. Banjir yang diberitakan pun tiba, Matsya awatara memrintahkan naga Basuki untuk
menjadi tali pengikat antara tanduknya
dan bahtera raja Satyabrata. Begitulah kemudian Matsya awatara
menyelamatkan makhluk hidup dari bencana kepunahan. Sounds familiar isn’t it ?
Its amaze me, and im just starts to thinking, are we have
been in one line ? and what kinda things who made us takes various way.
Tapi semua itu hanyalah
permulaan. Belajar sejarah membuatku sering ternganga terhadap banyak hal,
terutama tentang bagaimana peradaban maju pertama di bumi lahir. SUMERIA.
Beberapa
tahun belakangan Sumeria mengambil beberapa spotlights public karena orang-orang
mulai meributkan film yang tidak bisa tayang, tidak akan pernah tayang atau
bahkan tidak akan pernah menyelesaikan proses shooting dan produksinya, yakni
1Annunaki, mengisahkan tentang asal usul manusia berdasarkan legenda Annunaki
masyarakat Sumeria. You don’t need to buy these script, kamu cukup beli
Supernova jilid ke4, di bab dimana tokoh utama berdebat soal penciptaan umat
manusia, disanalah cerita Annunaki dan ambisinya terhadap tambang mineral di
bumi. Don’t be surprise.
Mari
kita bahas sesuatu yang seharusnya lebih bisa mendapatkan sorotan. PUISI
GILGAMESH.
Apa
atau siapakah Gilgamesh ? Gilgamesh merupakan seorang raja dari Uruk di
Sumeria. Ia merupakan tokoh dalam mitologi Mesopotamia Kuno. Ia diperkirakan
berkuasa antara tahun 2800-2500SM. Legenda Gilgamesh dikisahkan dalam 5 puisi
yang tak hilang oleh zaman. Gilgamesh kehilangan sahabatnya Enkidu, karena
Enkidu terkena penyakit yang diturunkan oleh para dewa karena membunuh Banteng
surgawi utusan Ishtar. (Tolong pembaca supernova gak usah senyam senyum sambil
bilang I know it). Gilgamesh yang takut mati mendatangi Utnapisytim. Siapa itu
Utnapisytim ? ialah satu-satunya orang yang selamat dari bencana air bah.
Utnapisytim ditugaskan oleh Enki untuk meninggalkan segala harta benda duniawinya
untuk membuat sebuah bahtera agar menghindarkan dia dan orang-orangnya dari
banjir besar kelak. Ketika bahtera jadi, Utnapisytim membawa istri, keluarga,
kerabatnya, para pandai dan tukang di desanya, anak-anak, hewan-hewan dan
benih-benih tanaman. Air bah tersebut adalah yang kelak membinasakan semuruh
makhluk yang tidak naik air bah.
Setelah
semua ini, im just wondering, how come ? apakah keyakinan kita selama ini
merupakan perjalanan panjang sebuah sejarah intelektual ?. atau siapkah kita
dengan kenyataan-kenyataan penciptaan dan permulaan yang tak sanggup kita
hadapi ? namun bertanya-tanya juga membuatku malu semenjak menonton film
Mother. I tought that film is all about affection, family, struggle etc. but,
big no. watching that film make me thinking, how much we asking we never get
enough. We never get enough after we build a billion worship altars.
Mother
menceritakan bagaimana Tuhan (Ayah) disibukkan menulis karena ia adalah
pujangga, ia mencintai semua orang yang mengelu-elukan namanya dan Istrinya
(Mother) yang dimana diibaratkan sebagai Bumi (Mother of Gaia) bingung dan tak
memiliki daya dengan banyaknya orang dalam rumahnya, banyaknya kekacauan,
bahkan ia dilecehkan dirumahnya sendiri, dihajar, diinjak-injak dan suaminya
hanya memperhatikan suara-suara, tangan-tangan yang memujanya, tidak peduli
wastafel rumahnya ambrol karna fansnya yang pecicilan bahkan ratusan orang yang
mencuri dirumahnya, bahkan ia hanya berkata pada istrinya “Kita harus mencari
cara memaafkan mereka” ketika bayi mereka yang baru lahir di bantai dan dimakan
daging lalu diminum darahnya oleh fans-fansnya. Setelah segalanya diambil
Mother hanya bilang bahwa suaminya hanya peduli pada suara-suara orang yang
mempedulikannya tetapi bukan dia. Lalu ia membakar semuanya. Mengkiamatkan rumah
yang ia benahi lantainya, ia cat dindingnya perlahan sendirian. Dan musnahlah
segala kekacauan dalam rumah itu.
Di
tengah sekarat istrinya yang terbakar, Pujangga itu dengan santai meminta
jantung istrinya, lalu istri itu memberikannya, Pujangga itu meremas jantung
istrinya dan mengeluarkan sebuah Kristal untuk “memulai” lagi.
After
watching these movie, im just realize, how naïve iam. Tapi membuatku bertanya
tanya juga. How supposed us faced this life, setelah berjuta-juta tahun menjadi
hamba setia ayah, menjadi pecandu puisi-puisi ayah, menyebutnya setiap hari,
memahaminya dalam setiap karyanya. Bagaimana kita bisa memahami seorang ibu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar