Selasa, 24 Desember 2019

PASANGAN

Jika kita melempar pandangan kita jauh ke belakang, kita tahu track record kita sudah sangaaatt panjang, perjalanan manusia menjadi penakluk bumi dan puncak rantai makanan adalah lompatan genom terbesar, sungguh beruntung nenek moyang kita menemukan api sehingga kita bisa berevolusi sedemikian.
Meskipun masih diperdebatkan tentang asal muasal manusia, apakah jatuh dari langit, apakah seleksi alam berjuta juta tahun yang lalu, ataukah hasil experiment makhluk ekstrateresterial. Masih misteri. As always, tidak ada sejarah yang benar-benar kita ketahui duduk perkaranya, sejarah subjektif.
Namun harus kita akui bersama bahwa hal paling esensial yang dibawa manusia sejak dahulu hingga sekarang adalah pasangan.
Mari kita lempar prespektif kita di jaman Mesozoikum hingga Megalitik, ketika manusia hidup berkelompok untuk bertahan hidup. Manusia yang kebetulan evolusi luar biasa dari kingdom animalia tidak hidup monogami. Hal yang wajar apabila seorang pejantan alfa memiliki beberapa betina atau bahkan betina di satu koloni miliknya semua haknya. Mengapa demikian, mari kita berpikir dengan cara yang sangat sederhana pejantan memproduksi sperma jutaan sel setiap hari. Betina hanya beberapa ratus ovum setiap bulan. Maka probabilitas investasi keduanya akan melahirkan skema pejantan yang lebih mengutamakan kuantitas dan betina yang mengutamakan kualitas. Persamaan keduaanya adalah sama sama tak mau rugi. [Makhluk ekonom sejak pra aksara]
Banyak hewan yang melakukan poligami, yang paling menonjol adalah singa. Bedanya pejantan disini adalah makhluk gabut yang tugasnya ngewe sama betinanya, gakding canda.
Tugasnya adalah mempertahankan wilayah dan gelut dengan pejantan lain. Satu orang pejantan bisa punya 4-5 betina. Singa betina berburu, mengurus anak, mengajari anak-anak mereka menjadi pemburu.
Dalam sebuah penelitian [au ah risetnya sapa lupa, males buka buku, males nyari, di gugel gaada] mengatakan. Manusia sulit menemukan pasangan yang "fit in" a whole package. Komunikasi, afeksi, finansial, physicly. Semua tidak selalu bisa diampu oleh seorang individu. Kembali ke 1 juta tahun yang lalu, manusia berpoligami bertujuan untuk membentuk generasi yang kualitasnya lebih baik. Karena generasi selanjutnya akan menerima pendidikan dari lebih banyak figur dengan latar belakang ahli dan kapabilitas yang  berbeda-beda.

Monogami adalah sistem yang dibuat sedikit memaksa, mungkin untuk mengendalikan populasi, menjaga garis keturunan, menghindari inses. Who knows [males cari referensi,,,yawda lah yaa]
Tapiiii banyak juga hewan yang bermonogami.
Lets say angsa, angsa hewan yang memiliki satu pasangan, sedihnya angsa hewan yang tidak bisa move on ceunah, jika pasangannya mati dia akan galau, mogok makan sampai mati.
Katak, katak hewan monogami, tapi katak jantan akan coitus dengan katak betina dari awal musim kawin sampai katak betina hamil. Yawlaaaa. Capek.
Elang Tiram, akan coitus dengan pasangannya 300 kali sehari selama musim kawin untuk menjaga betinanya tidak diambil pejantan lain.
Burung lovebird, akan bertengkar dengan pasangannya (ketika dijodohkan) sampai salah satu ada yang mati. Karena lovebird adalah monogami jadi sangat penting baginya kualitas dan kuantitas yang diinvestasikan. Agar tidak rugi.  Monogami punya resiko.

Mungkin hidup akan lebih seru apabila society tidak di konstruk menjadi monogami, agama agama tidak menganjurkan memiliki satu pasangan jauh lebih baik. Let's say, dalam sebuah rumah tangga ada yang expert dalam finance, edukasi, berberes rumah, merawat anak, melakukan kegiatan fisik. Beban hidup akan ringan karena dibagi bersama. Dan seorang individu bisa mendapatkan "paket yang lengkap"
Hehehehehehh [ngga gitu juga]

Namun penyakit menghancurkan kemungkinan-kemungkinan itu.
Meledaknya pertumbuhan penduduk makin melahirkan penyakit penyakit baru, penyakit endemik, penyakit global, menular dan mematikan. Memiliki pasangan lebih dari satu berisiko akan menghancurkan populasi manusia itu sendiri.

Jadi, mari bermonogami heheheeh
Bagaimana jika kita tidak bisa mendapatkan individu paket lengkap ?
Yaaa...

Saatnya kita gunakan kapabilitas 3% perbedaan DNA kita dengan simpanse ini.

Mari mencari momen-momen untuk membentuk afeksi.
Mari mencari cara untuk membangun finansial bersama
Mari mencari topik yang membuat kita bisa berkomunikasi dengan lancar [well ada milyaran variabel topik, sampe bangkotan pasti ada aja bahan buat ngobrol]
Mari mencari gaya untuk kebahagiaan jasmaniah bersama [awww,,,malu banget]

Jangan galau sampai mau mati kalau ditinggal pasangan, bukan berati diri sendiri yang buruk atau pasangan yang buruk. Hanya saja orang itu lebih baik untuk tidak bersamamu.
Jangan berkelahi sampai mati kalau tidak cocok.
Tidak cocok yaa jangan dipaksa. Kalau tidak bisa mencari jalan tengahnya yasudah cari jalan keluar aja.

Maaannnn we evolve since 1.2 million years later. Its our imperium still make you have kingdom animalia instinc ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar