Senin, 18 Januari 2021

GELAP dan TERANG

 Kata "Insecure" sedang naik daun dan ramai dibicarakan dan menjadi topik, hampir di semua platform its like kata galau yang dulu tbtb menjadi sangat ramai. Shoo lets talk about insecurities right now.

Lahir dan tumbuh di kota kecil, tentu saja asing dengan kata insecure, sehingga aku menyebutnya dulu minder atau rendah diri.

When people insecure diusia 18 tahun sampai 30 tahunan. I got my first insecurity ketika duduk di bangku TK. Yesss im not joking, im in kindergarten school and i already have insecurities.

Aku insecure dengan teman-temanku yang lain, yang berangkat sekolah diantar orang tua, bahkan mungkin aku the only one yang orangtuanya ngga nungguin di sekolah. Aku gapunya backupan kalau aku ketinggalan barang, kelupaan sesuatu atau aku butuh sesuatu. I just throwback in my childhood and it was so much pain. Berangkat sekolah aku dititipkan tetangga, pulang sekolah jalan kaki. My school almost 1km away from my home. And that was sad that you are should walking alone in some conditions. It just crazy painfull when you saw your friends arrive at school with their parents, dicium atau bahkan ditungguin sampe bubaran sekolah.

Aku terlahir dengan rambut keriting, yang keritingggg banget dan tiap kali saudara-saudara ngejek my hair was ugly aku jawab "rambut aku mirip rambutnya ibuk" my mom will says "no, rambut ibuk nggak kayak singa kayak kamu, rambut ibuk keritingnya bagus" padahal it looks same. Thankfully aku selalu ada mbah yang sayang aku no matter what, dia selalu bilang kalo rambut aku mirip dia karna aku cucunya. If i was 20 year aku bakal jawab "kalo keriting kenapa ? Kamu lurus juga ngga cakep cakep amat". Yaaahh poor my little soul. Aku ngga bilang atau ngga pernah bilang kalo aku kekurangan kasih sayang, maybe aku dibesarkan dengan pola asuh yang beda. Ya tiap orang pasti punya caranya masing masing.

Lalu gimana pola asuh orang tua aku?

For sure, I DONT KNOW. Aku ngga tau, seingetku dua orang yang meluk aku, itu adalah mbah aku dan pacar aku. Yaa, i knew rasanya dipeluk adalah pas punya pacar. I knew rasanya makan bareng keluarga adalah bareng keluarga pacar. Dan ngeliat orang bisa deket sama orang tua, bisa makan bareng it just.....

Im trying to get close, but it feels awkward, shoo ijust do gossiping with my mother for communicate, thats it. Mungkin saking awkwardnya setiap kali aku mencoba communicate disalahartikan orangtuaku. They said aku cuman mau komunikasi kalau butuh duit.

Yaaa bcs i dont know, aku butuh duit buat bayar spp, butuh duit bayar study lapangan, butuh duit bayar UKT, how supposed i call if not my parents. Seingatku aku gaperna minta benda benda yang nggak masuk akal like handphone, makeup, skincare, bag and stuff. I bought em by my own money.

Yaaa its kinda confusing actually look how people so close to their family, like how come, and why i can't.


Dari aku kecil, aku tau dan selalu tau imma ugliest one, kulit aku gelap not look like my mother, rambut aku keriting. Aku bahkan tak punya bentuk potongan rambut. It weird. Dan sedihnya aku harus suka sampe kayanya otakku ini ngga berfungsi sama orang blangsak yang cuman bisa melek sama orang cantik sesuai standar masyarakat tapi ngga mau kehilangan fans. Di maintainlah rasa cinta ngga ada otak ini menjadi kegilaan bertahun tahun. Dari mulai ngerjain soal ulangan UN nya dia pas SMP sampe dia masuk top 5 di sekolah dia, padahal dia tukang bolos yang rajin (dan yaa kami beda sekolah). Punya look yang biasa aja dan ngga mengikuti trend yang ada di kehidupan remaja saat itu throwed me being orang kasat mata di kehidupan sekolah, ditambah u do organisasi sekolah yang bikin kulit kena matahari dan u dont even know what skincare or sunscreen is. Hingga di sebuah momen, ketika aku berulang tahun dan sialnya ulang tahunku sama dengan orang yang pretend to be queen bee sekolah. Cakep, hits, melakukan apapun yang hits dan exist. Then begitulah momen itu terjadi, si queen bee mendapat banyak kado dan cokelat, bahkan pake acara dinyanyiin, and aku di belakang sibuk foto pake aplikasi camera 360. Whats a lyfe.

Tapi seingatku adalah, aku kehilangan posisi yang aku inginkan, im dedicate about it, i put 100% to get in there dan aku ngga bisa sampe kesana karena "Tradisinya yang jadi sekertaris orang cantik sedangkan dia enggak" wow. Menarik sekali kalimat itu diucapin oleh mbak mbak yang mukanya putih banget karna pake krim abal-abal.

Meskipun bukan kali pertama tersingkir karna "nggak cantik" tapi momen itulah yang paling nyesek. Tapi sejak momen itulah i dont mind, aku selalu bangga dengan diriku sendiri karna setelah momen itu aku ngga berusaha mutihin badan, atau mutihin muka dengan ekstream. Karna udah trauma pas SMP pernah minum obat peninggi badan dan berakhir panas dingin dan kejang di ruang osis karna cowok yang aku taksir bilang kalo aku pendek banget.

Turning poinku pas kuliah, ketika punya roomate anak Bekasi dan kakaknya bilang "kayanya kalo kamu bedakan dengan proper, trus lipstikan gitu cakep deh. Mekapan lah orang udah kuliah" then i buy my first make up, nggak si, sebenernya kedua, karna barang mekap pertama yang kubeli lip tattoo yang mashaaAllah sakitnya pas peel off. Aku mulai beli lipstick, beli powder beli benda benda makeup drugstore dan jadi terobsesi. Aku tonton channel channel beauty dan mulai berani mekapin temen. Yanti adalah orang pertama yang jadi korban, nggak sih karna hasilnya bagus hahahahaha.

Then makin banyak orang orang yang aku make upin and somehow i can make money from that. Huuuu shoo proud of myself.

Setelah doyan banget mekapan, bahkan isi tas kuliah aku cuman pouch make up, buku catatan dan bolpen, mukaku mulai bermasalah, kering and bruntusan dimana mana somehow jerawat berjejer jejer, komedo dan kulit yang kasaarrrr, kemudian muncullah obsesi baru. Yap skincare. I do 10 step skincare ala korea ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ and when i look at the mirror a few months later i just say "who are you?". My skin looks healtier, aku sempet ngira aku ada flek flek kecoklatan atau bekas jerawat tapi ternyata itu tahi lalat yang selama ini ngga kelihatan. Hahahhaha shooo funny.

Ketika aku ketemu temen temen aku dari SMP dan SMA mereka selalu bilang "hah kita satu sekolah ? Kamu yang mana" dan aku selalu jawab "well, youre just looking the pretties, u never looking the smartest, the unique one and the coolest one". Hehehhhe sombong.

Setelah kukira aku bisa menyelesaikan semua insecurities ku dengan baik, univers prove that im wrong. Aku ngga tau, apakah hanya aku atau orang orang juga begini.

Aku mendapat insecurities baru. Belajar dan bekerja di kota besar membuat kamu mengenal lebih banyak orang dengan berbagai macam background.

Hidup di Surabaya ngebuat aku ternganga berada di komunitas dan lingkungan yang sama dengan orang orang tajir ngga ngotak. Temen yang jajan parfum dior dan calvin klein barengan, sedangkan kamu yang beli body mist TBS nunggu cuci gudang. Atau saat kamu mendapati bocah yang kemana mana pake sendal flipper ternyata punya bisnis milik dia sendiri dan berprofit ratusan juta perbulan. Belom lagi ketemu temen kalian yang biasaaaa banget, yaa look sangat humble nan cheerful, tapi ternyata lulusan kampus terbaik di luar negri. Sedangkan kamu ikut SBM aja urung karna males ngerjain matematika nya. What a shame.

Tapi aku tau, selain manusia yang punya sifat tamak dan ngga perna puas, aku tau dunia selalu punya hal hal baru yang ditawarkan pada penghuninya, jadilah kehidupan ini transaksi mahabesar yang nggak akan ada putus putusnya. Melahirkan hal hal baru yang disertai insecurities baru. Itu bukan berarti hal yang buruk, of coruse not. Itu adalah hal yang bisa membuat manusia terus berkembang menjadi dirinya yang terbaik. Ya benar jika insecurities adalah penyakit yang berbahaya bagi mental, tapi jika kita bisa me-manage nya dengan baik tentu kita akan mengagumkan. Dunia ini juga panggung yang mengerikan, jika kamu berkeringat itu keringat sungguhan, jika kamu kecewa kamu kecewa sungguhan, jika kamu menangis itu air mata sungguhan bahkan jika kamu berdarah itu darahmu sungguhan. Nggak ada pemeran pengganti untuk menggantikanmu.

Pada akhirnya untuk orang-orang yang bergelut dengan insecurities, jika kamu tidak bisa melepaskannya dan berubah untuk mencintai keadaannya then manage it. Ngga mudah, tentu saja, di dunia ini yang mudah cuman kedip-kedip doang.


Beberapa hari yang lalu ibu ku ngobrol sama orang tentang parenting dan ibu aku bilang "aku ngedidik anak-anak aku jadi anak anak yang tangguh" well its kinda right but wrong.

My brother adalah pembohong kelas wahid, even kayanya psikolog ngga bisa bedain dia ngomong jujur atau bohong.

Dan bagaimana dengan aku ?

Oh i grow up with alots of trauma's, insecurities, having panic attack, i've been crying every night, im bleeding anyway, i have a huge of fears, trust issues dan semua hal itu ngga diketahui orang tua ku. Aku selalu beruntung ketemu orang atau mendapatkan momment yang pas untuk turning point. Mulai dari orang baru sampai dari satu paragraf novel. Im shooo proud of myself.


Jika ditanya mau jadi orang tua kayak gimana i would say, mau jadi orang tua yang kalau anakku kelak ada masalah, had some trouble and problem, orang yang dihubungin pertama kalinya adalah aku.


(ditulis ketika sedang insecureee bangeet karna tbtb punya beberapa temen yang independen banget, punya kualitas bagus, punya visi jelas, punya bisnis jelas, punya tabungan banyak dan bisa jajan di sephora udah kaya beli makaroni mercon) huhuhuhuhuhuhu jan nangis hyuuunggg u bukan putri duyung. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar