Kamis, 22 Juli 2021

TERMINASI

 Aku mencintaimu. Namun tak pernah sepadan dengan dengan embun yang pagi-pagi kau lalui.

Embun yang sebelumnya tak pernah kau lihat karna tentu saja kamu masih meringkuk dibalik selimut linen beraroma katun. dan parfum laundry.

Jangan lupa karna diluar dingin.

Aku mencintaimu, namun tak pernah sepadan dengan jalan yang kau lewati di pagi buta jam 5. Jadi aku mulai kembali, berusaha bersaing dengan gigil embun dan deru angin di pagi buta jam 5. Aku berusaha menjadi hangat agar menjadi obat ketika didekap. Aku mencoba menjadi kepul asap agar hatimu penuh dan cukup. 

Aku mencoba semuanya kecuali satu hal. Sadar.

Sadar bahwa titik didih air yang konstan akan jauh beda dengan selera tiap-tiap orang akan suhu air yang ideal.

Sadar bahwa mungkin hanya aku yang menganggap embun dan deru angin di pagi buta adalah wujud cinta.

Sadar bahwa mungkin dan mungkin saja tak selamanya aku hanya bisa berdiri bermodal rasa percaya. Tapi ya entah bagaimana. Hanya itu yang kupunya. Dan selama ini hanya itu yang selalu dengan bangga kugunakan. Lagi dan lagi.

Aku membangunnya jadi dalam semalam, kalah pula itu Prambanan. Tapi aku roboh perlahan-lahan. Karna manusia sok tahu macam aku tak pernah berpikir putaran turbulensi bertubi-tubi bukanlah hal yang lumrah untuk disimpan dan dijaga ketat, karna bisa saja ini mengancam diri sendiri. Namun memberitahukannya pada orang yang enggan berbagi tendensi yang serupa tetaplah sia-sia.

Apapun pilihannya. Hasilnya akan sama.

Pantas saja semua penyihir di negeri dongeng benci konsep mencinta.


Aku tak tahu dimana lagi aku menyimpan satu satunya kebohonganku. Semakin tidak ada tempat karena berucap "tidak ada apa-apa" setiap waktu amatlah berat. Dan baru kutahu, berucap "tidak apa-apa" bisa membesar, memenuhi hati dan bercokol disana selamanya lalu bentukan itu mengundang tangis diwaktu senggang.

Digemingnya waktu.

Dihampanya hari.

Kosongnya tempat. 

Sajak-sajak perih tentang iri dan sakit hati. Satu-satunya hal yang tak bisa berhenti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar