Baru kusadari, tubuh manusia itu sesuatu jaringan kompleks yang luar biasa. Salah satu contohnya mungkin bayam dan wortel yang ku makan kemarin menjadi sel darah putih hari ini. Telur dan kol jadi sel darah merah. 24jam tidak ada yang berhenti bekerja, nukleus, jaringan pembuluh darah semuanya bergerak cepat, memobilisasi segala yang ku berikan dan segala yang disekitar.
Hingga aku berfikir apakah sel dan jaringan itu akan marah dan mogok kerja jika sadar bahwa kesadaranku tidak turut andil dengan baik atas proses metabolisme supersonik tersebut. Mereka bergerak dengan terstruktur cepat dan tepat.
Sedangkan aku.
Diam.
Seperti biasa.
Ditempatku, memperhatikan dengan seksama, berfikir, mengandai-andaikan banyak hal.
Kemudian dengan cerobohnya meminta pada langit-langit, pada udara, pada gelombang. Seperti biasa dengan narasi angkuh, sok tahu dan menyebalkan.
Aku sudah berhenti lama meminta sesuatu yang terbaik, aku ingin dapat apa yang aku mau agar aku bisa belajar mempertahankan sesuatu. Agar aku bisa merasa memiliki. Aku panjatkan doa sedemikian dengan sombong, mengira tidak akan pernah keberatan untuk melepas. Nyatanya.
Hidupku terjungkir dalam sehari.
Padahal aku tidak kehilangan, dia disini menempel seperti bayanganku. Tapi ini mulai terasa seperti kesalahanku yang akan datang. Lalu, bisakah aku tetap dengan angkuh berdiri ketika harinya tiba ?
Sudah lama aku tidak membiarkan diriku terikat dengan suatu hal, memiliki segenggam kemanisan.
Aku menikmati berdiri di ruang hampa bahkan nihil suara. Tak memiliki apapun berarti dimasa depan aku tak perlu kehilangan apapun. Pada kenyataannya mungkin aku pecundang besar, menghindari banyak hal demi merasa aman, merasa telah menelan segalanya padahal tidak pernah kemana-mana.
Jadi untuk kehilangan di masa depan ini, apakah kira-kira seluruh jaringan di tubuhku sudah menyiapkan amunisi untuk menghadapinya ? Cadangan energi di dalam mata kaki mungkin (?)
Mungkin kamu sudah tahu, semesta berfikirku berbeda, kamu menganggap ini ceracau kacau otakku yang kusut. Tapi jika harinya benar-benar tiba, mungkin kamu akan kembali, dan lebih mudah memahami.
Atau mungkin tidak karena kamu sudah repot menyelami rutinitas yang sama seperti beberapa bulan sebelum ini lahir.
Dan aku.
Kira-kira dimana aku ?
Mungkin tenggelam bersama buku baru dari Yuval Noah, mungkin menyelami laut terdekat, mungkin berkemah sendirian, mungkin menghajar kaki ku di fitness center, atau apapun termasuk diam.
Yang kutahu pasti, di titik itu aku tak lagi menganggap ini kesalahan apalagi kesalahanku. Ini pelajaran baru, bahagia yang harus segera kulepas karna dunia menginginkannya, kamu menginginkannya, aku dan tubuhku menginginkannya.
Sebagaimana cicak memotong tubuhnya
Sebagaimana ular melepas sisik dan kulitnya.
Tumbuh dan tidak akan kupalingkan lagi.
Kira-kira apa yang akan pertama kali aku rindukan ?
Sebotol wine dan obrolan ngalor ngidul ?
Dentum musik, kilatan lampu lalu tanganmu yang repot berusaha memanjangkan rok pendekku ?
Bau parfum mu yg menempel berhari-hari di rambutku ?
Bau whisky tua yang tertinggal di pagi hari ?
Atau apa ? Ada apa dimasa depan ?
Adakah yang kira-kira membuatku makin susah melepaskan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar