Aku mencoba dengan keras untuk menyembunyikan air mataku, tapi agaknya tidak ada yang bisa aku sembunyikan
Semua orang disini tau mataku berkaca-kaca
Aku ada di ujung tebing dan mencoba lagi, membangun keping demi keping yang aku tak tahu pasti apa yang membuatnya hancur
Kita sedekat ini, tapi tak tahu menahu bagaimana cara untuk bertemu
Aku juga sudah hilang akal. Habis ide.
Tidak ada lagi yang bisa aku potong dari tubuhku lalu kulemparkan kepadamu.
berharap semua yang kulakukan tidak berakhir sia-sia, setidaknya hingga aku dapat alasannya.
Sehingga aku tidak perlu terjebak di pertanyaan tanpa akhir
. Aku mencoba untuk merelakanmu dengan banyak cara, seperti mengumpulkan semua kebiasaan burukmu dan membiarkannya berjejal di kepalaku
Mencari orang baru.
Kembali pada orang lama.
Tidak membantu.
Bahkan kamu makin rajin berkunjung di mimpiku.
Aku berhenti mengafirmasikan pada semesta, dan memutus harapanku.
Tetap tidak membantu.
Kamu berdiam dan bercokol dibalik alam sadarku, tak mampu ku gapai, tak bisa ku usir.
I saw the twinkling lights scattered in Surabaya with a sad look
I should have walked this long road beside you while singing the latest hits. or enjoy a mc flurry for two.
enjoying a bowl of hot Bakso on the side of the road.
or whatever it is from your eating bucket list. Sekarang semua orang melihatku karna banyaknya air mata yang meluncur lancar di pipiku
Aku malu
Aku tak ingin meninggalkan kota ini.
Kita harus dan sudah sepatutnya berbicara empat mata, saling memandang dan menggenggam.
Menjelaskan dan menyelesaikan semua yang telah kita mulai.
I'm at my wits end to get away from this big question mark
Bahkan aku harus marah pada angin, karna menemuimu di dalam mimpiku sendiri. Tidak adil.
The roar of this engine drives me away,
Aku tidak siap jauh dari kota ini tapi aku tidak punya nyali untuk kembali menghubungimu. Aku tidak tahu sekarang apakah kamu masih hidup atau tidak. Aku bahkan mulai ragu, aku tidak tahu apakah kamu hanya imajinasi liarku atau memang seseorang yang benar-benar nyata.
Aku tidak tahu kemana aku harus pergi setelah ini, setelah kisah demi kisah yang kudengar. Setelah sedih dan air mata yang kualami
Aku bahkan berdoa pada entahlah aku tak lagi paham.
Aku hanya ingin kamu untuk tetap disana dan aku tidak tahu akan jadi apa hubungan ini
I just want to explore this city and erase all the bad memories with you.
with your weird jokes
With your “vintage” music taste.
I'm getting further and further away from this city.
People around me saw me crying.
I don't know what's on their mind.
sadly, there is no cure other than to come here again and go home without being disappointed.
Mungkin ini hukuman alam untukku yang tamak.
Setelah dunia ini menyembuhkan luka ku, mengembalikan sedikit demi sedikit percaya diriku.
Mengembalikan secuil senyumku.
Lalu aku meminta lebih.
Meminta dia pada semesta untuk selalu ada bersamaku
Berharap dia hanya bisa menggenggam tanganku, hanya aku yang bisa membuatnya percaya diri menumpahkan air mata.
Berharap senyumnya selalu siap sedia untukku.
Aku sangat tamak
Hingga mulai berdoa bahwa aku ingin habiskan sisa nafasku untuk disampingnya.
Merencanakan pemberontakan pada dunia hanya untuk hidup berdua dengannya.
Aku tak mau dengar suara bising ini, ini tanda aku makin jauh dari kota gemerlap ini.
Barang sekali, ingin aku berbicara dengannya, bertanya satu kata.
Dan aku janji akan terpuaskan apapun jawabannya.
“Kenapa?”
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus