Sabtu, 31 Desember 2022

MIMPI

 Tulisan pertama ku di 2023

Aku masih mempertimbangkan apakah ini akan menjadi tulisan terakhirku di blog?

This is gonna be hard for me cause i start blogging since 13 yo, it was 12 years ago. Not because i wanna stop writing, it just because i met platform that gonna paid me well. Hehe

Actually i write what i felt, what i got, what i think,  im happy some person enjoyed my blog eventhough for me some omnibus shoo fishy. Being writer is my biggest goal in my own life, it comes when i was 13 yo. I start writing cerpen on a portofolio bergaris and handwritting, i write 7 story i guess i made it as a clipping with weird cover. My classmate so enthuasiast with those cerpen collection, those clipping down to so much hand and then gone. I attend some writing competition, sometimes it going well and sometimes im so dump. I realize my story came when i really into the story.


Aku ingat cerita pendek pertama yang aku buat lahir karna aku bermimpi. Mimpi yang aneh, mimpi yang tak jelas namun hadir berkali-kali, seperti hantu di kepalaku, aku bingung cara untuk mengusir mimpi yang satu itu karna mimpi mengurangi kualitas tidur. Aku butuh tidur cukup dan berkualitas. Mimpi berulang itu lahir menjadi ombibus belasan cerita pendek yang punya nama Petrichor. Cerita yang tidur di laptop usangku dan tak pernah mengudara, tidak papa setidaknya mimpinya tidak pernah datang lagi.

Aku menulis banyak kisah setelahnya seperti Manusia dari Baalbek, Melody, Tu-Sye, Mata Coklat so much more. Aku tidak pernah menyangka mimpi begitu punya efek berantai yang tak berkesudahan.

Tapi aku tak suka bermimpi, mimpi membuat hariku gelisah. Mimpi tentang nenekku misalnya, semua saudaraku tak ada yang didatangi mendiang, 7 tahun berlalu hanya aku yang mengingat dengan jelas bagaimana suaranya. Tidak ada di sampingnya ketika ia meninggal dulu ku syukuri karna aku tak akan sanggup, dan aku akan lama mencerna semuanya, tapi ternyata ia tetap tidak meninggalkanku semudah itu. Suaranya memanggil namaku masih terdengar jernih di telinga.

Belakangan aku kembali bermimpi hal yang aneh, berkali-kali dan mulai mengganggu. Banyak yang bilang kalau mimpi hadir karna kita terus menerus memikirkan hal itu. But, that was clearly i wasnt, karena itu asing bagiku. Ada yg bilang itu adalah ketakutan alam bawah sadar, kupastikan bukan karena aku tidak mengenal. Semuanya asing bagiku. Aku lebih suka mimpi yang familiar, yang mampu kucerna dan kuambil maksudnya, aku benci sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara logika.

Aku mencari jawaban. Tidak kutemukan.

Mimpi absurd itu jadi hantu yang bercokol di kepalaku, hal yang awalnya tidak ada, tidak aku undang, tidak kukenal, tidak kuharapkan, berdiam di lobus frontalku. Membuatku tidak berhenti bertanya pada diri sendiri.

Pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban,  bertemunya mereka bergantung dengan waktu.

Tapi aku bukan tipe orang yang sabar.

Mungkin aku harus menuliskannya ? Terlalu narsis dan absurd, aku tak bisa membayangkan. Dan aku belum menemukan tujuan.

Sepertinya aku punya postingan dengan judul serupa ? Bedanya disana terkonsep, jelas, punya jawaban, punya makna.

Aku tak tahu benang merah dari ini. Memikirkannya terus menerus membuat aku sakit kepala hingga menangis lirih entah mengapa. Mungkin ini kondisi psikisku yang sedang tidak stabil, mungkin alam bawah sadarku mencoba mengambil kesadaranku sepenuhnya hingga tiba di kesimpulan paling tidak masuk akal yang terlintas di benakku energi di semesta ini ingin bicara padaku. Entahlah kurasa "waras" sudah jauh dari kondisiku sekarang.

Setiap akan tidur aku melihat langit-langit, bertanya akankah malam ini aku akan memimpikan hal yang sama, aku jadi takut menutup mata, jam tidurku jadi mundur banyak. Aku paranoid dengan hal yang akan ditertawakan banyak orang. Menyimpannya sendirian membuat aku tak tenang. Menuliskannya tidak mungkin.

Jadi tulisan panjang penuh pertanyaan ini adalah dilema pertama ku di 2023.

Aku masih memikirkan untuk menulis banyak hal disini, semoga.

Aku mengawali 2023 ini dengan banyak pikiran, khawatir, sedih, excited, senang. Banyak hal yang tak mungkin semuanya mampu kusebutkan, karna bahasa tak bisa sesempurna rasa. 

Sejauh ini aku belum mahir mengolah rasa takut dan khawatir menjadi diksi dan sajak yang bernas. 

Semoga aku bisa melewati ini.



Energi dan Migrasi akan aku takedown.

Karna akan di post dan dikembangkan di platform lain.


Its finally here 2023.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar