Jumat, 28 Mei 2021

It supposed to be punya judul Teritory but i tought not, so the another one kayanya lebib cocok.

 Semua tulisanku selalu diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul tiba-tiba di kepalaku seperti mukjizat, tapi seringkali bukannya tercerahkan aku malah tersiksa. Karena ketika kutahu jawabannya aku tak lagi melihat sesuatu dengan cara yang sama. Untuk kali ini tiba-tiba otakku dengan kreatifnya bertanya-tanya. 

Jika segala hal memiliki batas, apakah jatuh cinta memiliki jatah dan mencintai memiliki limit ?

Jika benar. Menyeramkan sekali.

Rata-rata angka harapan hidup manusia di indonesia 60-70 tahun. Selama itu kira-kira berapa kali manusia diberi jatah untuk jatuh cinta ? 4 kali ?

10 kali ?

30 kali ?

Jatuh cinta peristiwa langka, banyak dari peristiwanya mengandalkan momen-momen berkesan dan berharga. 

Sejauh ini aku mengingat, 10 kali aku pernah jatuh cinta, tak semuanya berjalan dengan baik dan hampir semuanya berakhir tidak bahagia. Usiaku hampir seperempat abad, sedangkan telah kugunakan 10 kali jatah jatuh cintaku. Kupakai 10 tahun waktuku untuk mencintai, aku takut menyentuh limit. 

Aku takut tak lagi dapat merasa lalu benar-benar mati rasa. 

Jadi kuputuskan mengirit meskipun aku tau kadang logikaku sering lari atau terbang menghilang ketika dihadapkan momen untuk mendukung peristiwa jatuh cinta. 

(logika tai).

Beberapa hari yang lalu aku bertanya pada teman-temanku. Apa hal terpenting yang harus dipegang ketika jatuh cinta atau mencintai.

Ninda yang dua kali putus karena hubungan jarak jauh, 7 bulan menjalani relasi yang beracun, berakhir Karena salah membedakan antara jalan dan gang punya jawaban bahwa komunikasilah yang terpenting karena tentu saja frekuensi dan getaran lah yang dapat mempertemukan orang dan menjalinkan mereka. Komunikasi pulalah yang akan terus menjaga mereka agar terus terkoneksi, komunikasi yang baik pulalah yang dapat menjauhkan mereka dari bibir jurang salah paham dan berakhirnya sambungan.


Menurut Riris yang dua kali diselingkuhi, rasa percayalah yang penting, karena mencintai dan bersama dengan seseorang bukan berarti kita memiliki seluruh hidupnya, sama seperti kita yang tetap menginginkan ruang untuk diri kita sendiri, orang lainpun sama. Dan dibagian yang tak bisa kita sentuh, disana kita hanya bisa menitip rasa percaya. 


Menurut Nina yang entah sudah berapa kali jatuh cinta dan menjalin percintaan, Keyakinan pada diri sendirilah yang paling penting. Apakah kita yakin untuk memulai dan memberi ruang untuk orang yang ada di hadapan, dan apa sebenarnya motivasi kita untuk mulai mencintai atau menjalin hubungan kembali. Karena waktu adalah hal yang berharga, berlarut-larut dengan orang yang masih belum kita yakini adalah pemborosan nomor wahid. 

Seperti biasa, aku jadi menemukan jawabanku sendiri. 

Menurutku, hal terpenting yang selalu kupegang saat jatuh cinta adalah dengan tidak berekspektasi.

Karena sungguh, berekspektasi adalah investasi tercepat untuk sakit hati. 

Meskipun bergelut di dimensi yang sama, bukan berarti segalanya dapat kulihat dengan jelas. 

Dan kupikir tidak berekspektasi membuat aku lebih berhemat, menghemat emosi dan tentu saja menghemat waktu. Mengapa ? Karena jika sesuatu berjalan tidak sesuai impian atau ekspektasi menurutku aku bisa sembuh lebih cepat, dan memulai segalanya kembali dengan lebih mudah, menggunakan kembali jatah jatuh cintaku. Aku tak mau kecewa karena kesalahanku sendiri. Dan menuntut orang lain untuk sesuai dengan apa yang kita inginkan adalah tindakan kriminal. 


.

I've been there, as close as blood in the body, i feel the breath, its warm and depths. 

Then i saw his eyes, thats not the eyes who i looking for. I cut the distance. I stared through the eyes. Still the same. 

I hold his hand, feels his palm, count his pulse. Thats not the pulse that i looking for. 

I layed on his chest. Peacefull and deserted. Try to hear his heartbeat, but thats not the beat i am looking for. 

The sign not found. I supposed to be walk right away, but i'd never walk away, i already sink, cannot thinking. I came into the wrong territory, i tought it was clear when i try to marking up. But it wasn't. So i let this emotions going through the ocean. Never know what happend.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar