Jumat, 29 Juli 2022

ENERGI DAN MIGRASI

 Menurut hukum fisika, energi tidak dapat di ciptakan dan juga dimusnahkan. 

Dan tentu saja manusia adalah energi, entah energi apa, mungkin energi potensial karena dalam tubuh manusia tertanam berbagai macam energi. Dan manusia adalah salah satu dari beberapa faktor kegilaan revolusi peradaban yang disebut berbagai kitab suci “Dunia Fana” ini. 

Fana adalah idiom dari golongan Sufi artinya hancur, lenyap, sirna atau hilang. Lalu kemana semua energi itu pergi ? Atau apakah energi dari manusia-manusia dan semua makhluk lain yang telah mati itu tidak terolah dengan baik kemudian makin menumpuk hingga nanti desakan energi itu akan meledakkan semesta ini ? Begitu ? Tapi ya aku lupa, energi tidak bisa diciptakan.

Jadi mungkin saja kesadaran kita yang fana sedangkan kehidupan kita tidak. Kita memutari siklus lahir-hidup-mati ratusan kali. Tapi Bumi telah kiamat 4 kali, ketika kiamat itu terjadi kemana semua energi di Bumi disimpan atau pergi ? Haruskah aku bertanya pada jamur ? Karna tentu dia saksi dari jatuh bangun Bumi.

Plato menolak menjadi seorang matrilianisme, ia yakin ada sesuatu lebih gila, sesuatu yang tak bisa dijelaskan, bernama “ide” ia bilang manusia absolut yang terdiri dari 3 hal. Tetapi Plato juga yang membawa kegilaan teori “Twinflame” ke Dunia ini. Twinflame lahir dari satu energi kemudian terbelah. Jadilah ia sepasang anak manusia yang punya relasi gila. Segudang perbedaan dan yang menyatukan mereka satu-satunya adalah “rasa”. 

Memikirkan semua ini membuat aku sakit kepala, apalagi ditambah kenyataan bahwa kita memiliki kesamaan dengan berbagai makhluk hidup. Baik secara sains maupun kehidupan sosial. Mungkin ini waktu yang tepat untuk berdiskusi dengan Jamur. 


Aku pernah bertanya padamu jika memang hidup kita ini adalah proses daur ulang, maka kira-kira siapakah dirimu dimasa lalu ? 

Kamu hanya diam, tak punya petunjuk. Aku juga. Plato ada benarnya, hal yang lebih besar ketimbang materi adalah kesadaran. 

Pertanyaanku berubah.

“Kamu berharap jadi apa di kehidupan selanjutnya?” 

Kuharap jawabanmu keren. 

“Batu”. Ucapmu. Pesimis. Depresif. Aku kecewa. Aku ingin mendengarkan semua rahasia di semesta ini sehingga menjadi Jamur adalah opsi terbaik, karena jamur bisa berkomunakasi, memiliki kesadaran dan intelejensi tinggi. 

Batu benda abiotik, dia tidak ada di pilihan daur ulang kehidupan. 

Meskipun jawabanmu ngawur tapi kamu mungkin punya alasan kuat, tentu saja kehidupanmu terlampau pelik dan berat. Tapi aku ingin menawarkan kamu opsi yang lebih menarik.

Menjadi Paus. Paus salah satu mamalia yang hidup di laut. Coba bayangkan, mamalia-bernafas dengan paru-paru-melahirkan-menyusui. Namun tempat tinggal mereka ada di lautan. Paus memiliki banyak kemampuan yang bisa membuat kita ternganga. Tentu bukan menari dengan hulahoop, melompat, mencium orang atau berhitung. Jauh lebih dari itu. Paus adalah hewan yang hidupnya berkelompok, mengarungi samudra bersama-sama namun mereka tak pernah keberatan untuk sendiri. Paus adalah hewan dengan kemampuan migrasi paling tidak masuk akal, mereka bisa makan di Pasifik kemudian buang air di Yunani. 

Bukankah itu yang kamu inginkan ? 

Road trip menyusuri tempat-tempat nyeleneh yang seru. Mengunjungi bukit Fatima, mengitari jalanan Italia terutama Firenze, menapaki kuil demi kuil Athena atau mengendarai mustang klasik sambil mendengarkan lagu-lagu lawas di jalanan panjang Arizona tanpa harus bingung siapa yang membuka gudang, siapa yang bertemu klien, siapa yang kirim sampel, siapa yang antar jemput mama. 

Percayalah menjadi paus sangat seru terlepas dari perburuan Paus yang makin massive tiap tahun. Tapi tentu dewasa hanya terjadi jika kita mampu melalui badai masalah. 

Tanpa keresahan dan masalah kita hanya balita yang hidup dalam cangkang berumur puluhan tahun. 

Satu hal lagi.

Dalam kegiatan perburuan paus, untuk mendapatkan induk yang besar, orang-orang akan mengincar anak paus terlebih dahulu. Paus hewan yang cerdas, memiliki empati tinggi, ia tau strategi picisan macam itu tapi ia memilih menyerahkan dirinya agar anaknya bisa terus melanjutkan hidup, bermigrasi dari laut satu ke laut yang lain. 

Ini kamu. Orang yang selalu pasang badan dan memotong satu-demi satu keping hidupmu untuk orang-orang terdekatmu. Bukan sedang berjudi karna kamu sudah memastikan kamu akan kehilangan hal itu.

Kini aku tahu mengapa kamu ingin menjadi batu. Tapi pertimbangkanlah opsi yang aku tawarkan.


Kuharap dikehidupan selanjutnya kamu tidak menjadi batu karena tentu saja tidak bisa. Batu golongan abiotik, yang benar saja kamu tidak tahu ini, ngga mungkin orang dengan IQ 126 tidak tahu ini.

Kuharap kamu menjadi paus. 

Paus Biru, Paus terberat dan terbesar dengan kemampuan migrasi yang tak masuk akal.

Lalu aku akan menjadi jamur. Armillaria Ostoyae.

Dikehidupan selanjutnya mari berlomba, aku lebarkan penampangku sehingga mengalahkan Ostoyae di Oregon. Dan kamu mengarungi 7 samudra. 

Menyelami kedalaman demi kedalaman yang tak pernah disentuh manusia. 

Kita jadikan darat dan laut kekuasaan kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar