Dengan
putus asa aku akan menjawab mengapa air laut asin.
air
laut asin semata-mata agar matamu perih ketika kamu menyelam dan lupa pakai
googles. Air laut asin semata-mata agar kulitmu kering dengan sempurna ketika
kamu kelamaan berenang. Air laut asin semata-mata untuk memperparah sakitmu
jika kamu terluka. Air laut asin semata-mata untuk mengacaukan lidahmu ketika tak
sengaja ia tertelan. Laut mengapa asin, karena laut ingin menjauhkan dirimu
darinya. Jangan berharap lebih, milyaran karang yang kau lihat di
akuarium-akuarium raksasa buatan itu hanya untuk kau lihat, ia sengaja menari
untukmu, tarian terbaiknya namun begitu jauh, begitu asin. Ia sengaja, makin
jauh, makin indah, makin asin, makin tak bisa kau sentuh makin tak bisa pula kau
miliki. Illegal.
Kupikir-pikir
menahun aku telah berhenti menyelami laut, karena tubuhku selalu terluka, lenganku,
punggungku, kakiku, jari-jariku, dan menahan sakit karena terkena air asin bukanlah
kapabilitas yang ku miliki. Menahan sakit bukanlah kekuatan super. Menahan sakit
adalah manusiawi dan sangat manusiawi pula menghindari sesuatu yang membuat
kita terluka. Musa membawa umatnya melewati laut merah, sebelumnya ia membelah
laut. Menjadikan air-air itu dinding yang tak bisa menyentuh bajunya dan baju
umat-umatnya, Musa tidak berlayar atau berenang, musa menguras laut lalu
menjadikan sarana melarikan diri dari tiran.
Johannes
bapak pembaptis bukan dibaptis dilaut, tapi di sungai Jordania. Air laut akan
membuat matanya perih dan kulitnya lengket. Johannes lebur dalam nama Kristus
bukan diperantai laut yang beriak-riak namun lewat sungai, sungai yang sejuk dan
menganugerahinya nama baru.
Tempat
penyucian jiwa-jiwa yang malang, jiwa yang murka, jiwa yang gundah di India
bukanlah Laut, tapi sungai Gangga, dosa manusia luruh hingga air sungai keruh,
kotor dan berbau. Namun semua orang menyucikan jiwa mereka disana, di sungai
bukan di laut.
Siapa
yang punya cinta dan kasih laut ? nelayan ? mereka harus mengembangkan layar,
membersihkan lambung kapal dari air yang masuk, memilih motor penggerak super
agar bisa luwes menghadapi arus.
Siapa
yang punya cinta laut ? ikan ? ikan menjauhi arus, badan mereka tak sanggup
melawan arus, mereka juga akan secepat mungkin lari dari badai, hidup mereka
terancam.
Hanya
pantai yang punya cinta kasih laut, pantai yang tak pernah pindah, pantai yang
diam dan laut tak pernah absen mendatanginya kembali, lagi dan lagi. Tak peduli
seberapa jauh laut berlari cintanya hanya milik pantai yang diam dan ia selalu
rela untuk menepi. Memeluknya erat. Aku iri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar