Minggu, 22 Desember 2019

kenapa


Dengan putus asa aku akan menjawab mengapa air laut asin.
air laut asin semata-mata agar matamu perih ketika kamu menyelam dan lupa pakai googles. Air laut asin semata-mata agar kulitmu kering dengan sempurna ketika kamu kelamaan berenang. Air laut asin semata-mata untuk memperparah sakitmu jika kamu terluka. Air laut asin semata-mata untuk mengacaukan lidahmu ketika tak sengaja ia tertelan. Laut mengapa asin, karena laut ingin menjauhkan dirimu darinya. Jangan berharap lebih, milyaran karang yang kau lihat di akuarium-akuarium raksasa buatan itu hanya untuk kau lihat, ia sengaja menari untukmu, tarian terbaiknya namun begitu jauh, begitu asin. Ia sengaja, makin jauh, makin indah, makin asin, makin tak bisa kau sentuh makin tak bisa pula kau miliki. Illegal.
Kupikir-pikir menahun aku telah berhenti menyelami laut, karena tubuhku selalu terluka, lenganku, punggungku, kakiku, jari-jariku, dan menahan sakit karena terkena air asin bukanlah kapabilitas yang ku miliki. Menahan sakit bukanlah kekuatan super. Menahan sakit adalah manusiawi dan sangat manusiawi pula menghindari sesuatu yang membuat kita terluka. Musa membawa umatnya melewati laut merah, sebelumnya ia membelah laut. Menjadikan air-air itu dinding yang tak bisa menyentuh bajunya dan baju umat-umatnya, Musa tidak berlayar atau berenang, musa menguras laut lalu menjadikan sarana melarikan diri dari tiran.
Johannes bapak pembaptis bukan dibaptis dilaut, tapi di sungai Jordania. Air laut akan membuat matanya perih dan kulitnya lengket. Johannes lebur dalam nama Kristus bukan diperantai laut yang beriak-riak namun lewat sungai, sungai yang sejuk dan menganugerahinya nama baru.
Tempat penyucian jiwa-jiwa yang malang, jiwa yang murka, jiwa yang gundah di India bukanlah Laut, tapi sungai Gangga, dosa manusia luruh hingga air sungai keruh, kotor dan berbau. Namun semua orang menyucikan jiwa mereka disana, di sungai bukan di laut.
Siapa yang punya cinta dan kasih laut ? nelayan ? mereka harus mengembangkan layar, membersihkan lambung kapal dari air yang masuk, memilih motor penggerak super agar bisa luwes menghadapi arus.
Siapa yang punya cinta laut ? ikan ? ikan menjauhi arus, badan mereka tak sanggup melawan arus, mereka juga akan secepat mungkin lari dari badai, hidup mereka terancam.
Hanya pantai yang punya cinta kasih laut, pantai yang tak pernah pindah, pantai yang diam dan laut tak pernah absen mendatanginya kembali, lagi dan lagi. Tak peduli seberapa jauh laut berlari cintanya hanya milik pantai yang diam dan ia selalu rela untuk menepi. Memeluknya erat. Aku iri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar